03 April 2025

Get In Touch

Anggota DPRD Jatim Apresiasi Reog Ponorogo Diakui UNESCO, Bukti Budaya Indonesia Makin Mendunia

Anggota DPRD Jatim, Miseri Efendy.
Anggota DPRD Jatim, Miseri Efendy.

SURABAYA (Lenteratoday) – Seni tradisional Reog Ponorogo resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO, keputusan ini diumumkan dalam sidang ke-19 The Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage yang berlangsung di Paraguay.

Pengakuan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Reog Ponorogo, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang tak tertandingi.

Anggota DPRD Jawa Timur asal Ponorogo, Miseri Efendy menyambut dengan rasa bangga dan syukur atas pencapaian ini, pengakuan ini adalah hadiah besar bagi masyarakat Ponorogo, Jawa Timur, dan Indonesia.

"Ini bukan hanya sekadar pengakuan, tetapi juga simbol dari kekayaan budaya kita yang diakui dunia internasional. Reog Ponorogo telah membuktikan bahwa warisan leluhur kita memiliki nilai yang luar biasa,” ungkap Miseri Efendy, Minggu(8/12/2024).

Miseri menilai pengakuan ini tidak hanya meningkatkan prestise Ponorogo di kancah global, tetapi juga memberikan tanggung jawab besar bagi masyarakat untuk melestarikan seni ini. Menurutnya, Reog Ponorogo adalah lambang keberanian dan kreativitas yang mencerminkan jiwa masyarakat Ponorogo. Dengan pengakuan dari UNESCO, seni pertunjukan ini kini menjadi warisan dunia yang harus terus dirawat agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Politisi Partai Demokrat tersebut menegaskan momentum ini harus dimanfaatkan, untuk membangkitkan kebanggaan budaya, mendorong promosi pariwisata, hingga menciptakan dampak ekonomi yang signifikan.

Miseri berharap sektor pariwisata berbasis budaya dapat semakin berkembang, terutama melalui festival-festival seni yang menonjolkan keunikan Reog Ponorogo. Selain itu, pengakuan ini juga bisa menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai luhur budaya kepada generasi muda.

Lebih lanjut, Miseri mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam menjaga keberlanjutan seni Reog. Menurutnya, pelestarian seni tradisional membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat. Ia menilai pentingnya dukungan konkret, baik dalam bentuk kebijakan, fasilitas, maupun ruang berekspresi bagi para seniman agar Reog Ponorogo tetap hidup dan berkembang.

“Reog adalah simbol kebesaran Ponorogo dan bagian penting dari identitas budaya Indonesia. Dengan pengakuan ini, kita tidak hanya bangga, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga warisan ini tetap hidup di tengah modernisasi,” terangnya.

Untuk itu, Miseri mengusulkan agar pengenalan Reog Ponorogo dilakukan lebih intensif melalui media digital dan pendidikan di sekolah-sekolah. Dengan pendekatan ini, generasi muda dapat lebih mudah memahami dan mencintai seni tradisional yang sarat akan nilai sejarah dan filosofi tersebut.

Pengakuan UNESCO terhadap Reog Ponorogo menjadi bukti bahwa budaya lokal Indonesia, memiliki daya tarik yang luar biasa di mata dunia. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Ponorogo, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan ini tetap hidup dan lestari.

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.