04 April 2025

Get In Touch

Harta Senilai Rp 600 Juta Hilang Dicuri, Adrian Maulana: Saya Kumpulkan Belasan Tahun, Hilang 28 Menit

Adrian Maulana dan Dessy bersamaa dua orang anak perempuan, Sharla dan Sheza. Pasangan ini kerap membagikan potret kebersamaan keluarga di media sosial. (Foto: Instagram @adrianmaulana/ @dessyilsanti)
Adrian Maulana dan Dessy bersamaa dua orang anak perempuan, Sharla dan Sheza. Pasangan ini kerap membagikan potret kebersamaan keluarga di media sosial. (Foto: Instagram @adrianmaulana/ @dessyilsanti)

JAKARTA (Lenteratoday) -Aktor dan pembawa acara Adrian Maulana ungkap kejadian yang menjadi titik balik dalam kehidupannya, saat uang ratusan juta yang dikumpulkan selama bertahun-tahun lenyap dalam hitungan menit.

Peristiwa itu terjadi ketika Adrian sedang berada di luar kota, dan hanya ada asisten rumah tangga di rumah.

"Saya tinggal di cluster, yang di mana ada satpamnya. Bahkan pedagang makanan aja enggak bisa masuk," ungkap Adrian dikutip dari YouTube Kasisolusi.

"Itu kejadiannya di tengah hari bolong, setengah dua siang. Hanya ada asisten rumah tangga saya," lanjutnya.

Tanggal 6 Desember 2012, ia mengalami kehilangan harta benda hampir seluruh yang dimiliki ada di rumah.

Menurut Adrian, peristiwa itu bisa terjadi karena ART di rumahnya terkena hipnotis orang saat sedang berbelanja sayur di depan komplek rumahnya.

"Dulu saya berpikir, rumah saya tempat paling aman, komplek yang aman, saya juga enggak pernah punya masalah sama tetangga," tutur Adrian.

"Tapi kemudian saya tersadar bahwa seaman-amannya tempat lingkungan yang kita anggap demikian, tetap kita harus melakukan upaya preventif," ucapnya.

Kejadian itu membuat Adrian kehilangan uang baik rupiah dan dollar, barang berharga yang disimpan di rumah hilang begitu saja karena diserahkan oleh ART nya pada oknum yang menghipnotis.

Bahkan, ART juga menyerahkan kunci rumahnya kepada oknum itu, hingga Adrian tidak bisa masuk ke dalam rumahnya sendiri. 

"Sama si mbak dianter ke orang yang nunggu mungkin beberapa ratus meter dari tempat tinggal saya. Dia kasih bukan hanya barang-barang saya, yang kalau ditotal mungkin diatas Rp 600 juta," tutur Adrian.

"Saya sudah kumpul-kumpulkan belasan tahun, tapi kemudian hilangnya hanya dalam tempo 28 menit," lanjutnya.

Adrian sempat berpikir ada komplotan dalam kejadian itu, tapi setelah diselidiki pihak kepolisian, ART tersebut memang murni terkena hipnotis. Adrian sempat berpikir kejadian yang menimpanya sebagai teguran dari Tuhan.

"Pada saat itu saya berpikir, bahwa ini apa jangan-jangan pekerjaan saya selama ini dari sumber yang enggak jelas, sehingga Allah berikan teguran keras, atau mungkin sebagai sarana untuk menghukum saya," ucapnya, dikutip Kompas.

"Tapi kemudian akhirnya saya sadar, setelah beberapa waktu, bahwa Allah itu justru sebenarnya sayang sama saya. Allah memberikan ujian ini adalah untuk mengangkat saya ke arah yang lebih baik," imbuhnya.

Pada akhirnya, meskipun harus kehilangan harta ratusan juta, Adrian sadar bahwa itu adalah jalan untuknya menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam memandang dan menilai kehidupan.

"Disitu lah yang membuat saya akhirnya tersadar bahwa ternyata memang kita dalam kehidupan ini harus memperhatikan segala aspek," tutur Adrian.

"Dari bagaimana cara kita mendapatkannya, bagaimana kita membelanjakannya, yang harus sesuai prinsip-prinsip, sesuai keyakinan kita. Supaya, harapannya hidup kita baik dan berkah. Ini hal-hal yang mungkin sebelumnya enggak pernah terpikir dalam hidup saya," sambungnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.