
SURABAYA (Lenteratoday) - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Surabaya mengakibatkan plengsengan atau dinding penahan saluran di depan pintu bozem di Simo Hilir, Surabaya jebol pada Selasa (10/12/2024) sekitar pukul 15.30 WIB.
Dikutip dari suara Surabaya, warga Surabaya, Eko Suharyanto, mengunggah video yang memperlihatkan aliran air hujan yang seharusnya tertampung ke bozem, justru meluber ke permukiman warga melalui plengsengan yang jebol. Unggahan tersebut memperlihatkan volume air hujan yang mengalir di perkampungan sekitar bozem meningkat drastis. Bahkan, aliran air di Simo Hilir Gang X menyerupai air terjun karena kontur jalan yang menurun.
Bahkan, air menggenangi rumah di daerah Simo. Amaldy Yusufi, warga Surabaya, mengatakan bahwa sekitar 16.50 WIB genangan air dari Simo sudah sampai Tanjungsari.
Sekadar diketahui, pada tahun 2020, bozem Simo Hilir diperluas dari 1 hektare menjadi 1,5 hektare. Fungsinya selain menampung air, juga untuk kontrol atau pengereman aliran air.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan panjang plengsengan yang jebol sekitar 4 sampai 5 meter.
“Jebol karena debit air hujan kirimannya sangat tinggi. Apalagi umur plengsengannya juga sudah tua. Setelah ini akan kami cek semua secara menyeluruh,” kata Syamsul dikutip dari Radio Suara Surabaya, Selasa (10/12/2024).
Atas kejadian tersebut, Syamsul mewakili Pemerintah Kota Surabaya menyampaikan permohonan maaf untuk warga Simo yang terdampak. Dia mengatakan pihaknya akan melakukan penanganan darurat.
“Sementara kami perawatan darurat karena kalau dikerjakan permanen, harus sampai ke pondasinya. Tidak memungkinkan di musim hujan, tapi kami coba curi waktu kalau memungkinkan dikerjakan,” ujarnya. (*)
Sumber : Suara Surabaya | Editor : Lutfiyu Handi