
KOLOM (Lenteratoday) - Pep Guardiola mengumumkan bahwa Manchester City adalah klub terakhir yang bakal dilatihnya.
Guardiola mengaku sudah tidak memiliki hasrat untuk melatih klub lain ke depannya, tetapi dia tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan kariernya sebagai pelatih tim nasional.
"Saya tidak akan melatih klub lain lagi. Saya bukan bicara soal masa depan, tapi ketika saya meninggalkan Man City, saya tidak akan pergi ke liga lain dan melakukan yang sama seperti sekarang," ujar Guardiola seperti dilansir Daily Mail pada Rabu (11/12/2024).
Menurutnya, melatih klub baru akan membutuhkan proses yang panjang dan terencana guna meraih kejayaan. Namun, dia tidak punya energi untuk melakukannya lagi.
"Saya tidak punya energi lagi... untuk memulai sesuatu yang baru di klub lain, melalui proses latihan dan sebagainya... Tidak, tidak, tidak! Mungkin melatih tim nasional bisa, tapi itu berbeda ya."
"Saya ingin meninggalkan itu dan bermain golf saja, tapi saya tidak bisa. Saya rasa berhenti adalah keputusan terbaik untuk saya," ucapnya.
Guardiola sendiri sudah delapan musim menukangi Manchester City, yang merupakan periode terlama dalam kariernya.
Sepanjang melatih City, Guardiola telah mempersembahkan banyak gelar bagi klub Inggris tersebut termasuk enam Liga Premier League dan satu Liga Champions.
City sendiri baru-baru ini telah memperpanjang kontrak pelatih asal Spanyol itu sampai 2027, dari seharusnya habis musim panas tahun depan.
Guardiola mengatakan akan membangun kembali kekuatan timnya setelah tanpa kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir dengan enam kekalahan di antaranya.
Kekalahan terakhir yang diderita City adalah melawan rival Liverpool dengan skor 0-2 pada pekan ke-13 Liga Inggris di Anfield, Minggu. Gol Cody Gakpo dan Mohamed Salah membuat The Citiezens kembali gigit jari untuk keempat kalinya di Liga Inggris karena selalu kalah.
“Saya ingin tim kembali. Saya ingin para pemain kembali. Tiga atau empat pemain kembali (dari cedera) dan perasaan dari sini adalah kami mulai membangun sesuatu," kata pelatih asal Spanyol itu, dikutip dari laman resmi klub
Menjadikan tim elit
Sebagai klub dengan sejarah panjang, Manchester City telah melalui perjalanan luar biasa sejak didirikan pada tahun 1880. Awalnya dikenal sebagai St. Mark’s (West Gorton), klub ini berganti nama menjadi Ardwick Association Football Club pada 1887, sebelum resmi menggunakan nama Manchester City pada 1894.
City mulai bersaing di divisi teratas Football League pada 1899 dan berhasil meraih trofi besar pertama mereka, yaitu Piala FA, pada 1904.
Dari momen itu, Manchester City terus berkembang menjadi salah satu klub terpandang, baik di Inggris maupun di panggung internasional. Dalam perjalanan sejarah panjang tersebut, nama Pep Guardiola menjadi bagian penting dari kesuksesan di era klub saat ini.
Siapa Pep Guardiola?
Pep Guardiola, yang dulunya merupakan seorang gelandang andalan di Barcelona, kini dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.
Lahir di Santpedor, Spanyol, pada 18 Januari 1971, ia adalah jebolan akademi terkenal La Masia. Sebagai pemain, mengutip Antara, Guardiola menjadi bagian penting dari Dream Team Barcelona era Johan Cruyff, pelatih yang menjadi mentor dan memberikan pengaruh besar pada filosofi sepak bolanya.
Setelah pensiun sebagai pemain, Guardiola memulai karier kepelatihannya di Barcelona B pada tahun 2007. Tidak butuh waktu lama, ia dipromosikan menjadi pelatih tim utama Barcelona pada 2008. Di bawah kepemimpinannya, Barcelona meraih 14 trofi, termasuk dua Liga Champions (2009, 2011) dan tiga gelar La Liga berturut-turut.
Pada 2013, Guardiola melanjutkan kariernya di Bayern Munich. Di Jerman, ia membawa Bayern memenangkan tiga gelar Bundesliga berturut-turut dan memperkenalkan inovasi taktis yang meningkatkan permainan tim.Guardiola bergabung dengan Manchester City pada 2016, membawa reputasi besar setelah kesuksesannya bersama Barcelona dan Bayern Munich.
Di City, ia memperkenalkan filosofi bermain berbasis penguasaan bola, pressing tinggi, dan fleksibilitas taktik. Strategi ini berhasil membawa City meraih lima gelar Liga Inggris hingga musim 2023/2024, termasuk treble winner pada 2022/2023 dengan menjuarai Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions (*)
Editor: Arifin BH