06 April 2025

Get In Touch

Atasi Krisis Lahan, DPRD Kota Malang Dorong Pemkot Pertimbangkan Hunian Vertikal

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi (tengah). (Santi/Lenteratoday)
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi (tengah). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mempertimbangkan pembangunan hunian vertikal. Hal ini dilakukan sebagai solusi mengatasi krisis lahan yang menjadi kendala pembangunan rumah tapak.

"Krisis lahan ini luar biasa, ditambah lagi lahan hunian sudah semakin mahal. Kota Malang ini perlu mendorong bangunan-bangunan vertikal, hunian vertikal. Artinya bukan yang landed lagi, jadi bukan hunian landed yang di pemukiman," ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, dikonfirmasi melalui sambungan selular, Sabtu (14/12/2024).

Dito juga menekankan pentingnya menyesuaikan jenis hunian vertikal dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Menurutnya, bagi masyarakat yang memiliki daya beli lebih tinggi, apartemen dapat menjadi opsi. Sementara bagi kalangan masyarakat dengan ekonomi lebih rendah, pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) akan sangat membantu untuk menyediakan hunian yang terjangkau.

"Pemkot Malang harus bisa merencanakan hunian vertikal yang sesuai dengan segmentasi masyarakat. Jadi bisa saja opsi apartemen atau rusunawa sebagai solusi yang lebih terjangkau," jelas Dito.

Untuk merealisasikan rencana ini, Dito mengingatkan Pemkot Malang agar berani menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Baik itu investor untuk membangun apartemen maupun dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk mendapatkan dukungan dalam pembangunan rumah susun yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Dito juga menyarankan agar Pemkot Malang memanfaatkan aset-aset yang dimiliki yang selama ini sebagian besar hanya disewakan, untuk dijadikan lokasi pembangunan rusunawa.

"Daripada (aset) disewakan begitu saja, lebih baik dibangun menjadi rusunawa yang dapat mengakomodasi kebutuhan hunian masyarakat," kata Dito.

Sebagai referensi, Dito menyarankan Pemkot Malang untuk melihat contoh keberhasilan pembangunan rumah susun di Kota Surakarta. Di kota tersebut, menurutnya telah ada sebanyak 22 tower rumah susun, sementara di Kota Malang hanya ada dua rusunawa yang terbangun.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.