04 April 2025

Get In Touch

Suasana Haru Mewarnai Wisuda XVIII Stikosa AWS...

Ibunda Bima Alif Ramadhan, naik ke panggung (Ist)
Ibunda Bima Alif Ramadhan, naik ke panggung (Ist)

SURABAYA (Lenteratoday) -Suasana haru mewarnai acara Wisuda XVIII Stikosa AWS yang berlangsung di Dyandra Covention Hall, Jl Basuki Rahmat Surabaya, Sabtu pagi (14/12/2024).

Saat sesi pengukuhan, satu persatu para wisudawan dipanggil naik ke panggung utama. Ketika giliran nama wisudawan Bima Alif Ramadhan, yang naik ke panggung adalah ibundanya. Wisudawan dari peminatan Broadcasting angkatan 2017 itu sudah meninggal dunia pada Maret 2024 lalu karena sakit.

Almarhum Bima adalah salah satu dari 61 wisudawan yang dikukuhkan sebagai Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) dalam acara Wisuda XVIII tersebut. Mereka terdiri dari wisudawan peminatan Broadcasting, Jurnalistik dan Public Relations.

Dari deretan kursi undangan, hadir sejumlah pejabat propinsi Jawa Timur. Juga hadir Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) yang menaungi Stikosa AWS, Imawan Mashuri, SH, MH beserta jajaran pengurus, anggota Dewan Pers, Sapto Anggoro serta Dirut Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho. Ketiganya adalah alumni Stikosa AWS dan sudah malang melintang di dunia kewartawanan.

61 wisudawan yang dikukuhkan sebagai Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) dalam acara Wisuda XVIII Stikosa-AWS. Mereka terdiri dari wisudawan peminatan Broadcasting, Jurnalistik dan Public Relations (Ist)

Dalam sambutannya, Ketua Stikosa AWS, Dr Jokhanan Kristiyono, M.Med.Kom berpesan, sebagai institusi yang berkomitmen mencetak lulusan dengan kompetensi unggul, adaptif, dan inovatif, Stikosa AWS telah mendidik para lulusannya tidak hanya sebagai komunikator yang unggul, tetapi juga sebagai pribadi yang berintegritas dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Selanjutnya Jokhanan mengatakan, di era kecerdasan buatan dan disrupsi teknologi seperti sekarang, dunia industri membutuhkan individu yang bukan hanya pintar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat, kreatif dalam mencari solusi, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai etika.

Penghargaan Terbaik

Dalam acara Wisuda XVIII tersebut juga diberikan beberapa penghargaan Terbaik untuk wisudawan, dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Terpilih wisudawan peraih IPK Tertinggi Akademik, yakni Kiki Evelin Olivia Sihaloho dengan IPK 3,92 dari peminatan Jurnalistik, Dewi Ivona Afiani IPK 3,89 Public Relations dan Jessica Rosemelba Kaguasehi IPK 3,81 Broadcasting. Sedangkan Dwita Febby Febiola terpilih sebagai wisudawan terbaik non akademik.

Terpilih sebagai Dosen Terbaik adalah Ratna Puspita Sari, M.Med.Kom, Tenaga Kependidikan Terbaik Septianto Raka Putra Pratama, S.Kom, serta penghargaan kepada Tenaga Kependidikan dengan masa kerja 25 tahun, yakni Imam Suwito, Sutrisno dan Nurhadi S.Sos.

Sesuai tema Wisuda XVIII tahun 2024, yakni AI dan Revolusi Komunikasi dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital, Dr Makroen Sanjaya, M.Sos memberikan orasi ilmiah yang sangat menarik mengenai perkembangan AI.

Makroen Sanjaya merupakan alumni Stikosa AWS angkatan tahun 1985. Setelah lulus, ia memulai karir sebagai wartawan di majalah Fakta pada tahun 1986, berlanjut ke harian Surya di Surabaya. Sepuluh tahun kemudian, mulai berkarir di dunia televisi sebagai reporter, antara lain di SCTV, metro TV dan Rajawali TV, sambil kuliah pasca sarjana. Kini ia dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Direktur Utama TV Muhammadiyah Jakarta (*)

Editor: Arifin BH/Rls

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.