04 April 2025

Get In Touch

Jaga Ketersediaan Bahan Pokok di Momen Nataru, Pemkot Malang Perketat Pengawasan

Ilustrasi: pendistribusian sembako di Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)
Ilustrasi: pendistribusian sembako di Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Melalui pengawasan ketat di jalur-jalur distribusi pangan, Pemkot Malang berkomitmen mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga komoditas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menginstruksikan seluruh jajaran terkait terkhusus Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, untuk memprioritaskan kelancaran distribusi bahan pokok, terutama komoditas yang rawan mengalami gangguan pasokan. Yakni cabai rawit, cabai merah besar, telur ayam ras, daging ayam ras, dan daging sapi.

"Ada 4K yang menjadi prinsip utama, yaitu menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan koordinasi yang efektif. Salah satunya dengan pengawasan di jalur distribusi,” ujar Iwan, Rabu (18/12/2024).

Iwan mengakui, luas lahan pertanian di Kota Malang belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya memaksimalkan kolaborasi melalui kerja sama antar daerah (KAD) untuk mendatangkan pasokan bahan pokok dan hasil pertanian ke Kota Malang.

“Jangan sampai di momen Nataru, dengan pengaturan lalu lintas yang diterapkan, tetapi distribusi pasokan untuk sembako ataupun pertanian terblokir. Tidak bisa lewat titik A, titik B, akhirnya terlambat distribusinya dan berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan bahan pokok," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota untuk pengawasan di jalur-jalur distribusi pangan. Pria yang akrab dengan sapaan Jaya, ini menjelaskan kecepatan rata-rata kendaraan menjadi indikator utama dalam mendukung kelancaran distribusi barang.

“Nah di momen Nataru ini juga berpengaruh pada kecepatan rata-ratanya. Memang ada beberapa titik-titik yang menjadi pengaruh terhadap distribusi barang, jadi perlu didukung oleh kebijakan-kebijakan pemerintah," jelas Jaya.

Jaya menambahkan, selama momen Nataru, pergerakan truk-truk besar biasanya akan dibatasi untuk memperlancar mobilisasi kendaraan roda empat ataupun roda 2. Namun, dengan adanya instruksi ini, menurutnya terdapat pengecualian yang diberlakukan terhadap kendaraan besar yang memuat sembako.

"Biasanya, pembatasan diberlakukan dua hari sebelum dan dua hari setelah Nataru. Namun, truk pengangkut sembako tetap diperbolehkan beroperasi untuk memastikan pasokan tidak terganggu,” katanya.

Jaya menyampaikan, bersama Polresta Malang Kota, tim Dishub juga akan memantau distribusi barang sekaligus memperlancar arus lalu lintas, melalui sejumlah pos layanan dan pos pantau yang akan didirikan selama momen Nataru nanti.

Menurutnya, beberapa pos tersebut antara lain berada di Gereja Katedral Jalan Besar Ijen, Exit Tol Madyopuro, Jembatan Universitas Brawijaya (Jalan Soekarno-Hatta), gedung Malang Creative Center (MCC), dan kawasan Dinoyo.

“Pos ini tidak hanya untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pokok, tetapi juga membantu mengurai kemacetan lalu lintas yang sering terjadi selama libur Nataru,” tutup Jaya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.