
BLITAR (Lenteratoday) - Belasan orang juru parkir (jukir) Kota Blitar ngeluruk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, mempertanyakan laporan dugaan pungli pada Dinas Perhubungan (Dishub) nilainya miliaran rupiah pada 2020 lalu yang "mandek" tidak jelas sampai saat ini.
Para jukir yang tergabung dalam Paguyuban Jukir Kota Blitar ini, datang ke Kantor Kejari Kota Blitar di Jalan Dr Soetomo dengan menumpang sepeda motor.
Juru bicara jukir, Slamet Bambang Sunarto mengatakan kalau kedatangannya ke Kantor Kejari Kota Blitar, untuk klarifikasi dan menanyakan tindaklanjut laporan dugaan pungli 2020 lalu di Dishub Kota Blitar.
"Laporan saya sejak 2020 lalu, tapi sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya," kata Bambang, Rabu (18/12/2024).
Lebih lanjut Bambang menjelaskan kalau saat itu pihaknya melaporkan dugaan pungli beras, insentif jukir dan restribusi parkir tahun 2016-2019.
"Jadi dugaan pungli itu beras jukir yang seharusnya 10 kg per orang tiap bulan, janjinya diserahkan tiap 3 bulan tapi kenyataannya tidak diberikan utuh. Tapi dikurangi, ada yang cuman separoh bahkan ada yang tidak menerima," jelasnya.
Selain jatah beras jukir, juga dugaan pungli insentif dan restribusi parkir. Dicontohkannya, setiap jukir wajib menyetor sejumlah uang untuk mendapatkan karcis parkir. Setelah itu, tetap diminta untuk setor lagi ke pihak Dishub Kota Blitar.
"Kenapa laporan kami tidak ada kelanjutannya, ada apa ini ? Apakah memang dipetieskan atau memang ditutup," tandasnya.
Ditanya total nilai dugaan pungli di Dishub tersebut, Bambang mengaku pernah mendapat info dari Kasi Intel Kejari Blitar saat itu, Anwar R Zakaria.
"Kalau dugaan pungli tersebut, nilainya mencapai sekitar Rp 2 miliar infonya sebesar itu," ungkapnya.
Adapun jumlah jukir di Kota Blitar, totalnya sekitar 280 orang terdiri dari 216 orang jukir resmi dan 57 orang jukir binaan.
Setelah 5 orang perwakilan para jukir masuk ke dalam Kantor Kejari Kota Blitar, mereka hanya dimintai data tidak bisa bertemu dengan Kajari maupun Kasi.
Sementara itu, dari keterangan bagian penerima tamu di Kantor Kejari Kota Blitar, Kajari dan para Kasi tidak ada di tempat.
"Mohon maaf, Pak Kajari dan Kasi sedang ada Raker di Kediri. Nanti akan dihubungi, untuk diminta datang lagi kesini," tuturnya. (*)
Reporter: Arief Sukaputra | Editor : Lutfiyu Handi