04 April 2025

Get In Touch

Tinjau Longsor di Desa Ngrandu, Bupati Trenggalek : Evakuasi Selesai Hari Ini

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat mendampingi evakuasi warga terdampak tanah gerak di Desa Ngrandu Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat mendampingi evakuasi warga terdampak tanah gerak di Desa Ngrandu Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek.

TRENGGALEK (Lenteratoday) - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memastikan evakuasi terakhir bagi warga terdampak longsor di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, selesai hari ini. Langkah ini diambil mengingat kondisi tanah di lokasi, terutama di RT 18, semakin mengkhawatirkan.

“Kita lihat tadi situasi juga sempat mendung, jadi hari ini dipastikan evakuasi terakhir,” ujar Mas Ipin saat mendampingi warga mengemasi barang-barang mereka untuk dibawa ke pengungsian, Rabu (18/12/2024).

Selain memantau evakuasi, Mas Ipin juga memastikan kelancaran mobilisasi kendaraan untuk membantu warga memindahkan barang-barang dan hewan ternak mereka. Berbagai pihak turut terlibat dalam penanganan bencana ini.

“BAZNAS, BPBD, Dinsos, semua bergerak. Kasur, selimut, sembako, makanan siap saji, sudah kita distribusikan. TNI-Polri juga membantu evakuasi, mobil kepolisian kita gunakan, bahkan Pak Dandim turun langsung. Semua kita gotong-royong,” ungkapnya.

Ke depan, Mas Ipin meminta pemerintah desa mencari lahan untuk relokasi warga terdampak. Ia berjanji akan memberikan bantuan, baik untuk pembelian tanah maupun pembangunan rumah.

“Kalau mereka punya tanah di desa lain atau dekat keluarga, nanti kita bantu pembangunan rumahnya. Tapi kalau tidak ada, kita bantu pengadaan tanah dan pembangunannya,” jelas Mas Ipin.

Ia juga menyampaikan bahwa donasi masih dibuka melalui BAZNAS. “Sebagian dana bisa kita gunakan untuk membantu. Pak Pj Gubernur juga memberikan perhatian, provinsi akan ikut membantu,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Mas Ipin tak lupa mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan untuk menjaga pohon-pohon tegakan di hutan, terutama untuk mengurangi risiko longsor di masa depan.

“Kalau bisa, meskipun lahan padat penduduk, tanamlah pohon produktif yang berkayu besar. Akar-akar pohon besar ini penting untuk mengikat tanah,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan program pemberian bibit tanaman produktif berkayu untuk wilayah rentan longsor. “Di desa-desa, tolong asesmen wilayah seperti itu dan segera laporkan. Kita gerakkan untuk menanam pohon kayu yang produktif,” pungkasnya. (*)

Reporter: Herlambang | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.