
SITUBONDO (Lenteratoday) - Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur melakukan pengecekan fasilitas transportasi publik menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di ASDP Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Rabu (18/12/2024).
"Kunjungan kerja kami ke Pelabuhan Jangkar ingin memastikan fasilitas transportasi publik sudah siap menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025," kata anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Yoyok Mulyadi di Situbondo dikutip dari antara.
Kunjungan kerja anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu juga memantau langsung pelaksanaan proyek pelebaran jalan menuju Pelabuhan Jangkar.
Menurut Yoyok Mulyadi, pelebaran jalan menuju Pelabuhan Jangkar menggunakan bantuan keuangan (BK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Kami berkewajiban melihat perkembangan pelebaran jalan ini, karena menggunakan bantuan keuangan dari Pemprov Jatim, meskipun pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh kabupaten," katanya.
Selain memantau pekerjaan proyek pelebaran jalan, wakil rakyat itu juga meninjau pembangunan dermaga gerak I di Pelabuhan Jangkar, yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2024.
"Di sini juga sedang membangun dermaga, anggaran dari Pemprov Jatim. Dermaga gerak I ini ditargetkan selesai akhir Desember 2024. Dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui transportasi laut, kami optimistis pergerakan ekonomi semakin maju, khususnya bagi warga Situbondo," tuturnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D, DPRD Provinsi Jawa Timur, dr. Agung Mulyono mengaku, kunjungan kerja ini untuk mengetahui kronologi peristiwa KLM Fajar Lorena Safari yang tenggelam di Perairan Situbondo.
"Kami ingin tahu kronologi peristiwa kapal tenggelam sehingga menewaskan tiga orang penumpang," tegas dr. Agung usai melakukan pertemuan dengan para pemangku kebijakan di Pelabuhan Jangkar dikutip dari RRI.
Ia mengaku, hingga saat ini masih menunggu hasil laporan akhir dari pihak Pelabuhan Jangkar, untuk mengetahui kronologi peristiwa tragis kapal kayu yang mengangkut 73 penumpang, tiga orang di antaranya tewas.
"Kami masih menunggu laporan dari pihak Pelabuhan Jangkar, untuk mengetahui kronologi yang sebenarnya," tegasnya.
Ia meminta kepada para pihak untuk memperbaiki pelayanan penyeberangan kapal khususnya terkait kelayakan kapal bagi masyarakat kepulauan, terlebih mendekati Idul Fitri.
"Agar tidak terjadi lagi korban meninggal seperti tempo hari, kita minta agar pihak pelabuhan benar-benar mempersiapkan kelayakan kapal. Kalau kekurangan armada bisa kita usulkan penambahan," ucapnya. (*)
Editor : Lutfiyu Handi