
MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan tinjauan lapangan ke tiga titik rawan banjir pada Kamis (19/12/2024). Dalam tinjauan tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, mengungkapkan kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) telah mendapatkan bantuan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk penanganan banjir yang akan dimulai pada 2025.
Sementara itu, untuk dua lokasi lainnya, yaitu Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Bondowoso, saat ini tengah dalam tahap pengajuan usulan pendanaan ke pemerintah pusat, agar penanganan banjir di kedua lokasi tersebut dapat segera terealisasi.
"Penanganan banjir ini menjadi salah satu hal yang masuk dalam 11 prioritas saya. Alhamdulillah untuk Suhat sudah dianggarkan oleh Pemprov. Tadi kami ketemu sama pihak Pemprov, memastikan anggaran sudah ada di 2025, dan sudah dilakukan pematokan termasuk juga sudah ada desainnya, tinggal eksekusi di akhir bulan Januari 2025," ujar Iwan.
Iwan menjelaskan dalam tinjauan kali ini, pihaknya menemukan beberapa kendala yang memerlukan penanganan segera. Salah satunya, yaitu pentingnya rapat koordinasi antara berbagai stakeholder terkait, seperti Telkom, Perumda Tugu Tirta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PLN, dan pihak terkait lainnya.
Menurutnya, koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan kelancaran pembangunan drainase yang akan mengatasi permasalahan banjir di Suhat.

Selain Suhat, Pj Iwan juga meninjau 2 lokasi rawan banjir lainnya yang menjadi fokus, yaitu di Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Bondowoso. Untuk dua lokasi ini, menurutnya Pemkot Malang telah mengajukan usulan pendanaan kepada pemerintah pusat agar proyek penanganan banjir dapat segera direalisasikan.
"Pada Jumat (13/12/2024) lalu, saya bersama DPRD sudah mengunjungi kawan-kawan di Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian PUPR untuk membahas penanganan banjir di dua titik ini. Kami mendapat saran agar segera mengajukan usulan pendanaan ke pusat. Tapi karena anggaran untuk 2025 sudah diketok, jadi kami berharap dapat memperoleh dukungan pada 2026," kata Iwan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menambahkan anggaran untuk penanganan banjir di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) telah tersedia dari Pemprov Jawa Timur, dengan nilai sekitar Rp 30 miliar. Ditambah dengan dukungan anggaran dari APBD Kota Malang sebesar Rp 1,6 miliar.
"Untuk Jalan Jaksa Agung Suprapto, kami akan melakukan penanganan dengan mengurangi beban kinerja saluran yang selama ini meluap, terutama di daerah Tulusrejo dan Letjen S Parman. Jadi kami akan lakukan sudetan mulai dari Sarangan hingga Brantas. Panjang proyek di Jalan JA Suprapto ini kurang lebih sekitar 1,3 kilometer," terang Dandung.
Di sisi lain, untuk Jalan Bondowoso, Dandung menjelaskan, total panjang saluran yang membutuhkan rehabilitasi mencapai 1,6 hingga 1,7 Km. Namun, menurutnya Pemkot Malang akan mengusulkan pendanaan ke pemerintah pusat untuk rehabilitasi saluran sepanjang 500 hingga 700 meter.
"Kalau untuk rehab (drainase) di Jalan Bondowoso itu 1,6-1,7 Km totalnya. Tapi yang kami rencanakan untuk diusulkan itu antara 500-700 an meter," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH