
SURABAYA (Lenteratoday)- Universitas Ciputra (UC) Surabaya baru saja mengukuhkan Prof. Dr. Christian Herdinata, SE., MM., CFP®., QWP®., CRP®., AEPP®., CIQnR., CIQaR. sebagai guru besar dari Fakultas School of Business and Management.
Rektor UC Surabaya, Ir. Yohanes Somawiharja., mengatakan, jika Prof. Chris merupakan guru besar ke 16 yang dimiliki UC.
Ia pun mengapresiasi kerja keras Prof. Chris lantaran bisa mendapat gelar guru besar di usia yang masih muda yakni 42 tahun.
"Kami senang bisa mengukuhkan satu lagi profesor di UC. Ini profesor ke 16. Prof. Chris sangat fokus dan rajin sehungga capaiannya ini buah dari perjuangannya. Ini menunjkkan bahwa uc selalu memperbaiki diri dalam bidamg keilmuan. Jadi tidak hanya di sisi praktik di sisi akademik juga kita kuat," ucapnya, Kamis (19/12/2024).
Sementara itu, Prof. Chris menuturkan, untuk mencapai gelar guru besar ia harus membutuhkan waktu sekitar 3 tahun.
"Karena kendalanya seorang professor harus punya publikasi internasional berepurtasi. Jadi seorang prosefoseor harus bisa melakukan penelitian dan itu bisa dipublikasi. Karena itu menjadi bukti ke profesorannya," kata Prof. Chris.
Sementara terkait penelitian yang ia lakukan yakni terkait "Empowering Tomorrow's Leaders: A Strategic Digital Financial Perspective".
Dalam pidatonya, Prof Chri membahas kajian tentang era digital financial transformation yang sedang mengubah sistem keuangan secara global.
"Kita tahu bahwa sekarang eranya adalah digital financial transformation sudah cepat perkembangannya. Dalam kajian saya, saya meneliti bahwa staregi peran tidak selalu berpengaruh signifikan pada sustanbility," ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, jika dampak digitalisasi, khususnya pergeseran dari penggunaan uang tunai kertas ke transaksi berbasis digital.
"Korporasi harus segera beradaptasi dengan perubahan ini. Kalau tidak, mereka akan tertinggal. Saya berharap perusahaan mampu memanfaatkan big data untuk memahami perilaku individu dalam menggunakan uang. Siapa yang menguasai data besar, dialah yang akan menguasai transaksi global di masa depan," tutupnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH