
BLITAR (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menerima kunjungan Sekretrariat DPR RI, dalam rangka benchmarking atau studi banding implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kota Blitar.
Rombongan dari DPR RI diterima Asisten Administrasi, Pembangunan dan Umum Setda Kota Blitar, Suharyono bersama jajaran terkait di Ruang Samaptaloka Kantor Wali Kota Blitar, Senin(16/12/2024).
Analisis Legislatif Ahli Madya Sekjen DPR RI, Ariesy Try Mauleny mengatakan sekretariat DPR RI perlu berbenah diri, untuk mencapai SAKIP yang semakin baik.
"Untuk itu, kami berkunjung ke Kota Blitar yang berhasil meningkatkan predikat SAKIP dari BB menjadi A," ujar Ariesy.
Merespon kunjungan ini, Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum, Setda Kota Blitar, Suharyono mengatakan banyak indikator yang harus dipenuhi, untuk memperoleh predikat SAKIP A.
Maka dalam agenda benchmarking tersebut, pihaknya memaparkan indikator - indikator untuk mencapai prestasi itu.
"Penilaian SAKIP mencakup sektor general dan tematik. SAKIP General mencakup sektor pendidikan, kesehatan, tenaga kerja dan sosial. Sedangkan SAKIP Tematik mencakup issue tentang pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi, stunting dan pertumbuhan ekonomi. Serta tidak kalah pentingnya, intens berkoordinasi dan meminta arahan dari Kemenpan RB," jelasnya.
Seperti diketahui, Pemkot Blitar berhasil meraih Predikat A atau memuaskan pada SAKIP Award Tahun 2024 yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada, 2 November 2024 lalu.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri PANRB saat itu, Abdullah Azwar Anas dan diterima langsung oleh Walikota Blitar, Santoso, di Jakarta.
Penghargaan tersebut sangat membanggakan, sebab Kota Blitar bisa mencapai nilai SAKIP yang memuaskan. Mengingat, dalam kurun waktu 2017 - 2023, predikat SAKIP yang diraih Kota Blitar masih BB. Apalagi pemerintah daerah di Indonesia yang predikatnya naik, dari BB menjadi A itu hanya dua daerah yaitu Kabupaten Tuban dan Kota Blitar.(*)
Reporter: Arief Sukaputra