04 April 2025

Get In Touch

SMAKEN Borong Medali di KSAI, Kadindik Optimis Kompetisi di Madura Bisa Terpacu

Kepala SMAN 1 Sapeken, Rudy Suwandono.
Kepala SMAN 1 Sapeken, Rudy Suwandono.

SURABAYA (Lenteratoday)- Prestasi membanggakan kembali diukir pelajar dan guru Jawa Timur. Kali ini melalui Guru dan siswa SMAN 1 Sapeken (SMAKEN) Sumenep sukses memborong medali di Kompetisi Sains Akademik Indonesia (KSAI) yang digelar National Scien and Social Competition (NSCC).

Dalam kompetisi yang diikuti 4.090 peserta se-Indonesia ini, mereka berhasil meraih 13 medali emas yang disumbang oleh 11 siswa di berbagai kategori mata pelajaran (mapel) dan 2 guru. 

Selanjutnya 12 medali perak di sumbang oleh 11 siswa dan 5 medali perunggu yang disumbang oleh 3 guru dan 2 siswa. 

Melihat capaian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai mengaku banggga dan memberikan apresiasinya.

Menurutnya, pendidikan akademik menjadi bagian penting di jenjang SMA. Perolehan medali yang diraih siswa dan guru di berbagai mapel ini membuktikkan bahwa pendidikan akademik di SMA berfokus pada ilmu pengetahuan yang dipersiapkan untuk jenjang pendidikan lanjut atau Perguruan Tinggi. 

"Prestasi yang telah diukir siswa ini nantinya akan memberikan privilege bagi mereka saat memilih pendidikan lanjut," kata Aries, Minggu (22/12/2024).

Ia berharap semangat untuk terus mengasah ilmu pengetahuan baik di bidang sosial, sains dan matematika terus diasah oleh siswa dan tidak cepat putus asah. 

"Ini loncatan yang bagus bagi siswa dan sekolah dalam mengukir prestasi. Saya berharap mereka nantinya bisa mengukir prestasi di ajang bergengsi yang lebih tinggi lagi atau bahkan mempersiapkan siswanya untuk kompetisi OSN dan kompetisi lainnya," harapnya. 

Tak hanya itu, Pj Wali Kota Batu ini juga mengapresiasi keterlibatan guru untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut. Menurutnya, melalui kompetisi ini, semangat guru untuk mengukir prestasi bisa terlihat. 

"Dengan guru terus memacu dirinya berkompetisi bukan tidak mungkin akan ada inovasi pendidikan yang dicetuskan untuk mengembangkan model pembelajaran. Jika iklim kompetitif ini ditumbuhkan, bukan tidak mungkin target peningkatan kualitas secara merata akan bisa tercapai," tegasnya. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai. (Amanah/Lenteratoday)

Untuk itu, Aries berharap semangat berprestasi ini bisa ditularkan satuan Pendidikan di wilayah Sapeken utamanya maupun Sumenep. "Saya optimis pendidikan di wilayah Madura akan bisa bersaing dan bisa terus mengukir prestasi," tutupnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sapeken, Rudy Suwandono mengungkapkan capaian ini merupakan kerja keras siswa dan para guru. Prestasi ini juga tidak lepas dari pecutan Dinas Pendidikan Jawa Timut untuk menggenjot para siswa, guru dan sekolah dalam mengukir prestasi. 

Pihaknya juga mengaku siap untuk terus mengasah akademik siswa dan mendorong guru aktif mengikuti berbagai kompetisi. 

Rudy menuturkan, adanya prestasi yang diukir para siswa ini tak lepas dari implementasi program unggulan Penguatan Nilai Spiritual (PNS). Program ini dinilai efektif dan sebagai upaya dalam meningkatkan spiritualitas siswa dan meningkatkan prestasi sekolah. 

"Semenjak program ini dilakukan, siswa kami semakin rajin, cerdas, religi, beraklakul karimah dan mulai bermunculan prestasi-prestasi baik dari segi akademik maupun non akademik. Meski sedikit demi sedikit, namun dapat bersaing dengan sekolah-sekolah yang berada di daratan Sumenep bahkan di Jawa Timur, begitu juga muncul juga prestasi Kepala Sekolah, Guru dan Dharma Wanitanya," pungkasnya. (*)

Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.