05 April 2025

Get In Touch

Pelaku Serangan di Pasar Natal Magdeburg Disebut Islamofobia dan Ateis

Warga Arab Saudi tabrak kerumunan di area pasar Natal di Magdeburg, Jerman. (Sumber : AP)
Warga Arab Saudi tabrak kerumunan di area pasar Natal di Magdeburg, Jerman. (Sumber : AP)

JERMAN (Lenteratoday) - Pelaku penyerangan di sebuah pasar bertema natal, di kota Magdeburg, Jerman, yang menewaskan lima orang, Taleb al-Abdulmohsen (50), asal Arab Saudi, disebut islamophobia dan ateis.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Fraser, mengatakan Abdulmohsen yang menjadi tersangka utama dalam kasus tersebut memiliki pandangan islamofobia.

Dikutip dari AFP, Minggu (22/12/2024), seorang jaksa di Jerman, Horst Walter Nopens, menyebutkan latar belakang kejahatan tersebut…bisa jadi karena ketidakpuasan dengan cara para pengungsi Arab Saudi diperlakukan di Jerman. Meski begitu, penyelidikan terkait motif serangan ini masih dilakukan.

Menurut AFP, Taleb al-Abdulmohsen berasal dari keluarga Syiah di Desa Hofuf di Provinsi al-Ahsa yang mayoritas penduduknya penganut Syiah, di timur Arab Saudi.

Beredar kabar, dia kabur dari Arab Saudi dan mencari suaka ke Jerman karena ada masalah hukum. Saat Saudi meminta ekstradisi, tapi Jerman tak memberikan dan memilih melindunginya.

Taleb al-Abdulmohsen telah menetap di Jerman lebih dari dua dekade. Dia mengeklaim sebagai orang Saudi eks muslim di akun X-nya dan kerap mengkritik Islam. Dia juga mencuit sejumlah hal yang bernada kebencian dan kekerasan, termasuk dukungan pada Israel.

Taleb al-Abdulmohsen juga mengkritik otoritas Jerman yang dinilainya gagal membendung islamisasi di negara itu.

Dia juga pendukung ideologi sayap kanan, termasuk Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) yang memiliki pandangan rasis, xenophobic dan islamophobic serta mencerminkan ideologi Neo-Nazi.

AFP juga melaporkan, berdasarkan hasil wawancara pada 2022, Taleb mengaku sebagai seorang "ateis Saudi".

Seorang sumber Saudi mengatakan kepada Reuters bahwa Arab Saudi telah memperingatkan pihak berwenang Jerman tentang penyerang tersebut setelah Abdulmohsen memposting pandangan ekstremis di akun X pribadinya yang mengancam perdamaian dan keamanan.

"Sungguh tindakan yang mengerikan untuk melukai dan membunuh begitu banyak orang di sana dengan kebrutalan seperti itu," kata Kanselir Jerman, Olaf Scholz.

"Kami kini mengetahui bahwa lebih dari 200 orang terluka.Hampir 40 orang mengalami luka serius sehingga kami harus sangat khawatir tentang mereka," sambungnya. (*)

Sumber :kumparan | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.