05 April 2025

Get In Touch

Keberlangsungan TikTok di Amerika Ditentukan 10 Januari 2025

Logo Tiktok (AFP)
Logo Tiktok (AFP)

SURABAYA (Lenteratoday) - Keberlangsungan TikTok di Amerika akan ditentukan pada 10 Januari 2025. Saat itu, Mahkamah Agung Amerika Serikat akan mendengar argumen perusahaan induknya yang berbasis di Cina, ByteDance, untuk menghentikan undang-undang yang mengancam keberlangsungan aplikasi itu.

Untuk diketahui, Presiden Joe Biden pada April lalu menaken aturan yang mewajibkan ByteDance menjual TikTok kepada entitas Amerika sebelum 19 Januari 2025. Jika tidak, maka aplikasi tersebut akan diblokir dengan dalih keamanan nasional.

TikTok, yang digunakan oleh 170 juta warga Amerika, telah mengajukan permintaan darurat pada 16 Desember 2024. Perusahaan menuding aturan ini melanggar Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat.

“Kami percaya pengadilan akan menemukan bahwa larangan TikTok melanggar konstitusi, sehingga lebih dari 170 juta warga Amerika di platform kami dapat terus menggunakan hak kebebasan berbicara mereka,” bunyi pernyataan TikTok, dikutip dari Reuters, Sabtu (21/12/2024).

Sementara Departemen Kehakiman menyebut TikTok sebagai ‘ancaman keamanan nasional yang sangat besar’. Alasannya, akses aplikasi ini ke data pengguna Amerika, seperti lokasi dan pesan pribadi. Selain potensi manipulasi konten secara terselubung. TikTok membantah keras tuduhan ini, menyebut kekhawatiran tersebut sebagai spekulasi tanpa bukti.

Jika larangan ini berlaku, TikTok memperkirakan dampaknya akan menghancurkan perusahaan. “Hanya dalam satu bulan, kami bisa kehilangan sepertiga pengguna di Amerika Serikat,” kata mereka.

Hal itu dinilai akan mengurangi daya tarik TikTok bagi pengiklan, pembuat konten, serta karyawan potensial.

Ketua Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell, mendukung larangan ini. Dalam dokumen singkatnya, dia menyamakan TikTok dengan seorang penjahat yang keras kepala.

Namun, sikap berbeda datang dari Presiden terpilih Donald Trump, yang akan mulai menjabat sehari setelah tenggat waktu TikTok. “Saya memiliki rasa hangat terhadap TikTok dan akan melihat masalah ini,” kata Trump pada 16 Desember lalu. (*)

Sumber : Tempo | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.