03 April 2025

Get In Touch

Bentuk Karakter, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Diluncurkan

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyerahkan apresiasi kepada para pemenang lomba Kelana. Foto/youtube.kemendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyerahkan apresiasi kepada para pemenang lomba Kelana. Foto/youtube.kemendikdasmen

JAKARTA (Lenteratoday) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), Jumat (27/12/2024).

Acara yang berlangsung di Gedung Kemendikdasmen ini dimeriahkan drama musikal “Kemah Anak Indonesia Hebat” yang diiringi Dwiki Dharmawan Light Orchestra. Selain itu, diserahkan penghargaan diberikan kepada tujuh pemenang Kreasi Lagu Anak Nusantara (Kelana) yang terpilih dari total 1.936 peserta.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Gerakan KAIH merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan karakter bangsa melalui pendidikan. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan kebiasaan positif sejak dini.

“Gerakan ini adalah cara kita membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial dan spiritual,” ujar Mu’ti. Ia juga menyoroti kekhawatiran tentang pola hidup anak-anak masa kini yang cenderung tidur larut malam dan bangun terlambat.

“Generasi sekarang ada yang disebut sebagai nokturnal. Mereka tidur terlambat dan bangun juga terlambat. Bahkan, ada yang salat Subuh pada pukul 7 pagi. Melalui gerakan ini, orang tua juga diharapkan memberikan teladan yang baik. Jangan sampai anak-anak yang membangunkan orang tua,” tambahnya.

Mu’ti berharap bahwa Gerakan KAIH dapat menjadi gerakan nasional yang melibatkan peran aktif pemerintah, sekolah, guru, hingga keluarga. Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh agama dan rumah ibadah dalam mendukung keberhasilan gerakan ini.

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.

Dalam berbagai kesempatan, Abdul Mu’ti telah menyampaikan pentingnya kebiasaan-kebiasaan ini untuk menciptakan generasi yang unggul dan berkarakter.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyatakan bahwa gerakan ini adalah langkah awal menuju generasi sehat, cerdas, dan berkarakter unggul sebagaimana dicita-citakan dalam visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sistem pendidikan nasional tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga penanaman budi pekerti sejak dini,” kata Suharti. Ia juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk orang tua, guru, masyarakat, dan media, untuk menginternalisasi kebiasaan-kebiasaan baik tersebut.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh 18 kementerian dan lembaga, perwakilan Dinas Pendidikan dari seluruh Indonesia, orang tua, serta komunitas masyarakat. Kemendikdasmen berharap bahwa Gerakan KAIH dapat berlangsung secara berkelanjutan demi mewujudkan generasi emas Indonesia di masa depan.

Reporter/Editor : M. Kamali

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.