04 April 2025

Get In Touch

Belasan Sapi di Ngawi Mati Terjangkit PMK, Peternak Khawatir dan Harga Jual Turun

Pasar Hewan di Pasar Legi Kabupaten Ngawi ditengah wabah PMK yang mulai merebak. (Foto: Miftakul/Lenteratoday)
Pasar Hewan di Pasar Legi Kabupaten Ngawi ditengah wabah PMK yang mulai merebak. (Foto: Miftakul/Lenteratoday)

NGAWI (Lenteratoday) - Sejumlah sapi di Kabupaten Ngawi dilaporkan mati, akibat terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mulai merebak.

Munculnya penyakit PMK ini, menyebabkan peternak dan pedagang sapi di Kabupaten Ngawi merasa khawatir. Data dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, 277 sapi terpapar PMK per 29 Desember 2024. Sementara untuk sapi yang mati akibat PMK, terdata sebanyak 13 ekor.

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi mencatat, sapi yang terinfeksi PMK telah ditemukan di beberapa kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Bringin, Geneng, Gerih, Widodaren, Kedunggalar, Karanganyar, dan Paron.

Munculnya wabah PMK menyebabkan peternak sapi di Ngawi merasa khawatir, salah satunya Komarudin, peternak sapi asal Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Komarudin mengaku telah melakukan vaksinasi secara mandiri untuk tiga ekor sapi miliknya, hal itu dilakukan agar sapi yang dia pelihara tidak terjangkit penyakit yang menyerang mulut dan kuku tersebut.

"Khawatir kalau terjangkit. Kemarin sudah divaksin PMK. Semoga bisa lolos dari wabah penyakit ini," kata Komarudin, Senin(30/12/2024).

Kekhawatiran terhadap penyakit PMK juga menyebabkan penjualan sapi lesu, Sutomo pedagang sapi di Pasar Hewan Pasar Legi, Kabupaten Ngawi merasakan dampak yang signifikan. Tidak hanya penjualan, harga jual sapi juga terjun bebas.

"Turun jauh. Tidak ada yang beli. Sepi tidak seperti biasanya. Kalau kondisi normal harga sapi Rp 10 juta per ekor, dengan adanya PMK ini tinggal Rp 6-7 juta atau turun Rp 3-4 jutaan perekor," katanya.

Komarudin maupun Sutomo berharap, pemerintah segera melakukan tindakan yang diperlukan. Agar situasi dan kondisi penjualan sapi bisa kembali normal seperti sediakala.

"Harapannya dinas terkait bisa segera melakukan penyuluhan atau pemberian vaksin bagi sapi. Biar bisa stabil lagi," harap penjual sapi di pasar hewan Pasar Legi Ngawi ditengah wabah PMK.

Reporter: Miftakul FM/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.