04 April 2025

Get In Touch

Pasca Banjir di Kedungkandang, Pemkot Malang Fokus Tangani Tumpukan Sampah di Sungai dan 2 Jembatan Rusak

Kerja bakti pembersihan sampah di sungai Amprong, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Senin(30/12/2024). (Santi/Lenteratoday)
Kerja bakti pembersihan sampah di sungai Amprong, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Senin(30/12/2024). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Pasca banjir yang melanda 2 wilayah di Kecamatan Kedungkandang, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini fokus penanganan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai. Serta perbaikan 2 jembatan yang rusak, akibat diterjang derasnya arus banjir.

Langkah ini menjadi prioritas Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana banjir, selama musim penghujan ini.

Dalam tinjauannya di Gang 12 Kelurahan Lesanpuro dan Jalan Kyai Ageng Gribig Gang 2 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Iwan mengatakan tumpukan sampah di sungai menjadi salah satu penyebab utama banjir di wilayah tersebut. Oleh karena itu, Pemkot Malang menggelar kerja bakti massal untuk membersihkan sampah yang menghambat aliran air.

"Hari ini kami membersihkan tumpukan sampah yang cukup tinggi di sungai. Mudah-mudahan, hari ini selesai karena sampah ini sangat menghambat aliran sungai dan menjadi salah satu penyebab banjir," ujar Iwan, Senin(30/12/2024).

Iwan juga menyoroti keterbatasan akses jalan membuat alat berat sulit digunakan, sehingga tenaga padat karya menurutnya menjadi solusi yang efektif.

Selain itu, Iwan menyebutkan dua jembatan yang mengalami kerusakan akibat banjir juga menjadi perhatian Pemkot Malang. Menurutnya, perbaikan jembatan tersebut akan dialokasikan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) di APBD 2025 mendatang.

"Saya lihat di sini ada 2 jembatan yang rusak, terjadi penurunan konstruksi. Dampak dari hujan yang cukup deras dan aliran sungai yang cukup deras. Maka untuk itu Pemkot Malang, melalui Dinas PUPR akan melakukan intervensi untuk memperbaiki jembatan itu. Nanti akan kita eksekusi di tahun anggaran 2025," tambahnya.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan sungai yang terdampak berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Untuk itu, Pemkot Malang telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar tindakan lebih lanjut, seperti pembersihan dan pengerukan sungai dapat segera dilakukan.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan juga memberikan apresiasi kepada warga dan para stakeholder yang terlibat dalam kerja bakti, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan para Kepala OPD di lingkup Pemkot Malang. "Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Malang memiliki semangat gotong royong yang tinggi meskipun hidup di tengah perkotaan," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno menjelaskan kerja bakti ini merupakan bagian dari mitigasi bencana. Ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan, mengingat curah hujan yang meningkat hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan prediksi BMKG.

"Tumpukan sampah di tengah sungai bisa berpotensi menjadi luapan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin maupun insidentil jika tumpukan sampah sudah membahayakan," jelas Prayitno.

Prayitno menambahkan BPBD juga menjalin komunikasi dengan daerah-daerah di luar Kota Malang, seperti Pakis, Wonorejo, dan Poncokusumo, untuk mendapatkan informasi terkini yang dapat digunakan dalam langkah mitigasi selanjutnya.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.