04 April 2025

Get In Touch

DPRD Kota Malang Proyeksikan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp 600 Miliar Setahun

Ilustrasi pelaksanaan uji coba makan bergizi gratis di wilayah Malang. (Santi/Lenteratoday)
Ilustrasi pelaksanaan uji coba makan bergizi gratis di wilayah Malang. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - DPRD Kota Malang memproyeksikan anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan program makan bergizi gratis (MBG) bagi siswa, sekitar Rp 50 miliar per bulan atau Rp 600 miliar setahun. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan program tersebut.

"Saat hearing terakhir di 2024 kemarin dengan Dinas Pendidikan Kota Malang, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 2,5 miliar, itu per hari untuk program ini (MBG)," ujar Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suyadi, saat dikonfirmasi pada Rabu (1/1/2025).

Suyadi menjelaskan, anggaran besar tersebut diperkirakan akan mencakup biaya makan bergizi bagi seluruh siswa di Kota Malang, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat. Dengan proyeksi tersebut, menurutnya pemenuhan anggaran untuk satu tahun diperkirakan akan mencapai Rp 600 miliar.

Namun, Suyadi menambahkan, berdasarkan hasil rapat dengar pendapat terakhir bersama Pemkot Malang, pihak elsekutif mengaku masih mengkaji kebijakan pendanaan dan tidak akan terbutu-buru menjalankan program tersebut.

"Ya, itu, menunggu juknis pelaksanaan dari pemerintah pusat. Kalau dulu kan awalnya satu siswa per porsi, itu kan mulai Rp 17 ribu, Rp 15 ribu, dan sekarang Rp 10 ribu. Seingat saya, kalkulasi itu (Rp 2,5 Miliar) per hari itu yang menggunakan Rp 10 ribu," tutur Suyadi.

Suyadi mengungkapkan, dengan besaran anggaran tersebut, Pemkot Malang tidak akan mampu membiayai program MBG sepenuhnya dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

"Ini kan memang butuh koordinasi lebih dalam. Karena MBG ini melibatkan lintas kementerian, seperti Kementerian Pendidikan yang menyiapkan basis data siswa, Kementerian Pertanian yang akan memastikan pasokan bahan pangan, serta badan gizi yang akan meramu pelaksanaan program,” tutur Suyadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyatakan pihaknya siap melaksanakan program tersebut begitu petunjuk teknis diterima. Suwarjana juga menyebutkan, pihaknya telah melakukan uji coba program makan bergizi di beberapa sekolah di Kota Malang.

“Uji coba sudah dilakukan di dua sekolah, dan kami siap untuk melaksanakan jika ada instruksi dan juknis resmi dari pemerintah pusat,” jelas Suwarjana.

Menurut Suwarjana, berdasarkan data yang tercatat, jumlah siswa yang akan menerima manfaat dari program ini mencapai 137.000 siswa per hari, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat di wilayah Kota Malang. Dengan jumlah yang besar ini, pemenuhan anggaran dan logistik diakui menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Pemkot Malang.

"Tapi saya yakin kalau di Kota Malang ini kan jangkauan-jangkauannya juga tidak jauh, enak jalannya, jadi insya Allah lancar. Penyaji juga kan sudah siap, jadi tidak ada masalah," tutupnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.