04 April 2025

Get In Touch

Hujan Deras Akibatkan Sayap Jembatan di Dadaprejo Kota Batu Rawan Longsor

Longsor di Dadaprejo Kota Batu, Kamis(2/1/2025).(foto:ist/dok.BPBD Kota Batu)
Longsor di Dadaprejo Kota Batu, Kamis(2/1/2025).(foto:ist/dok.BPBD Kota Batu)

BATU (Lenteratoday) - Hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Batu sejak awal tahun 2025 kemarin, memicu terjadinya tanah longsor di RT 02/RW 01, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo pada, Kamis(2/1/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Kondisi ini mengakibatkan dinding plengsengan non teknis di sekitar jembatan ambrol, sehingga sayap jembatan dinyatakan rawan longsor.

Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Batu, plengsengan yang ambrol dengan dimensi panjang sekitar 6 meter, tinggi 4 meter, dan lebar 2 meter.

"Hujan deras mengakibatkan tanah di area plengsengan jenuh air, sehingga menyebabkan ambrol karena tidak kuat menahan beban," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, Kamis(2/1/2025).

Agung menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun menyebabkan kerusakan pada plengsengan yang berfungsi sebagai penahan sayap jembatan. Menyebabkan area tersebut, berpotensi mengalami longsor lanjutan jika tidak segera ditangani.

"Langkah awal yang kami lakukan adalah pemasangan safety line, untuk mencegah warga mendekati area rawan. Kami juga melakukan koordinasi dengan dinas terkait, untuk tindak lanjut berupa pembangunan plengsengan teknis," katanya.

BPBD Kota Batu merekomendasikan pembangunan plengsengan teknis yang lebih kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem, untuk menggantikan struktur non teknis yang telah runtuh. Selain itu, menurutnya diperlukan tindak lanjut berupa penataan drainase di sekitar area jembatan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sebelumnya, longsor juga dilaporkan terjadi di Jalan Diponegoro, Dusun Junwatu, Desa Junrejo, pada Selasa (31/12/2024). Peristiwa ini menyebabkan keretakan di lantai beberapa rumah warga. Dari 4 rumah, 3 rumah mengalami keretakan akibat rekahan lantai hingga memaksa 3 keluarga untuk mengungsi ke rumah kerabat.

Penanganan darurat seperti pemasangan terpal dan evakuasi barang-barang berharga, telah dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, Polri, dan relawan setempat.

"Kesiapsiagaan dan sinergi antar instansi menjadi kunci dalam menghadapi bencana seperti ini. Kami terus berupaya meminimalkan dampak terhadap masyarakat," pungkas Kepala BPBD Kota Batu.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.