03 April 2025

Get In Touch

Dampak PMK di Madiun, Pedagang Sapi Keluhkan Penjualan Sepi dan Harga Turun

 Petugas DKPP Kabupaten Madiun Menyemprotkan Cairan desinfektan untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK.
Petugas DKPP Kabupaten Madiun Menyemprotkan Cairan desinfektan untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK.

MADIUN (Lenteratoday) - Para pedagang sapi di pasar hewan Muneng Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun mengeluhkan sepinya aktivitas jual beli, akibat merebaknya wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan harga jual sapi ikut turun drastis karena penyakit yang disebabkan virus Apthovirus tersebut.

Hari Purwatno (43) salah satu pedagang mengatakan menurutnya aktivitas penjualan sapi di pasar tersebut sepi, dikarenakan para pedagang takut jika sapi dagangannya tertular wabah PMK. Selain itu dalam sehari hanya 3 ekor sapi yang terjual, dengan harga dibawah harga pasaran.

"Pokoknya pedagang sapi disini rugi semualah. Tidak bisa menjual karena wabah PMK, harga yang biasanya Rp 16 juta kini tinggal Rp 13 juta. Apalagi kalau sudah ngebrok tinggal Rp 3 juta. Harapannya semoga pemerintah segera memberikan vaksin terbaik buat sapi para pedagang, biar kondisi pulih," kata Hari Purwatno, Kamis(2/1/2024).

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) setempat mengatakan jika pihaknya sudah melakukan langkah pencegahan, diantaranya berkeliling di pasar hewan melakukan menyemprotkan desinfektan.

"Salah satu tindakan kami untuk mencegah meluasnya wabah PMK ini, melakukan penyemprotan desinfektan di lokasi pasar hewan dan sekitarnya termasuk kendaraan yang digunakan untuk mengangkut hewan ternak," kata Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto.

Selain itu, pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya pedagang maupun peternak, untuk sementara waktu tidak mendatangkan hewan dari luar daerah yang terkena wabah PMK.

"Kepada masyarakat juga diharapkan untuk tidak panik, karena wabah PMK ini bisa dikendalikan," ujarnya Paryoto.

Selain penyemprotan, DKPP juga memberikan cairan antiseptik terhadap sapi yang terindikasi mulut berliur. Serta memberikan obat dan vitamin kepada para peternak. Berdasarkan informasi yang diperoleh hingga 2 Januari 2024 sebanyak 31 sapi di Kabupaten Madiun suspect virus PMK.

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.