04 April 2025

Get In Touch

Wakil Ketua DPRD Ungkap Alasan Surabaya Belum Terapkan Program MBG

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiyar Rifai. (Amanah/Lenteratoday)
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiyar Rifai. (Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday) - Hari ini (6/1/2025), program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dimulai di 190 titik yang tersebar di 26 provinsi. Sayangnya, di Surabaya sendiri program tersebut belum diterapkan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bachtiyar Rifai, mengungkapkan jika Surabaya dan beberapa daerah lainnya masih menunggu giliran. "Karena MBG ini dilakukan secara bertahap. Surabaya sudah siap dan tinggal menunggu petunjuk teknis (junkis) aja," ungkapnya, Senin (6/1/2025).

Politisi dari Fraksi Gerindra ini menjelaskan, saat ini di Jawa Timur program ini masih dilakukan di delapan daerah. "Sementara yang sudah jalan hari ini Sidoarjo, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Madiun, Magetan, Bojonegoro dan Malang," ujar jelasnya.

Mengenai tanggal pelaksanaannya, Bachtiyar mengatakan, belum ada kabar soal pelaksanaan MBG di Kota Surabaya. "Belum ada info juga. Kita juga menunggu," ucapnya.

Bahtiyar juga menuturkan, Pemkot Surabaya siap mengalokasikan Rp 1 triliun untuk mendukung program MBG berjalan. Nantinya program tersebut rencananya akan dibagikan ke 369.891 pelajar jenjang SD dan SMP di Surabaya swasta dan negeri yang sudah terdata.

"Yang jelas Surabaya sudah melakukan pendataan dan sudah diserahkan, tinggal nanti akan diputuskan oleh Badan Gizi Nasional, sekolah mana yang ada mendapatkan lebih dulu," tuturnya.

Bahtiyar juga menyebut, dalam pelaksanaan MBG akan melibatkan Forkopimda yang sudah dibentuk oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, Pemkot juga akan melibatkan UMKM yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). 

"Saya berharap nanti UMKM di Surabaya bisa terlihat dalam program MBG ini sesuai kriteria badan gizi nasional sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," tutupnya. (*)

Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.