05 April 2025

Get In Touch

Sepanjang Tahun 2024, Kota Batu Dilanda 122 Bencana Alam

Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu.(foto:ist/dok)
Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu.(foto:ist/dok)

BATU (Lenteratoday) - Sepanjang tahun 2024, Kota Batu tercatat dilanda 122 kejadian bencana alam seperti tanah longsor dan cuaca ekstrem. Kecamatan Bumiaji menjadi wilayah dengan angka kejadian bencana alam tertinggi, yakni sekitar 58 peristiwa.

"Memang terjadi penurunan kejadian bencana di 2024, jika dibandingkan dengan 2023 yaitu sebanyak 206 peristiwwa bencana," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu, Selasa(7/1/2025).

Dari total 122 kejadian bencana tersebut, Agung menyampaikan tanah longsor mendominasi dengan 56 kejadian atau sekitar 46 persen dari keseluruhan bencana yang tercatat. Disusul oleh bencana yang dipicu akibat cuaca ekstrem, meliputi angin kencang dan hujan deras, yakni tercatat sebanyak 28 kejadian atau 23 persen.

"Sementara itu, kejadian kebakaran hutan dan lahan tercatat sebanyak 6 peristiwa atau 5 persen. Kemudian ada pula 10 kejadian kebakaran bangunan dan 22 kejadian banjir yang terjadi selama tahun 2024 kemarin," katanya.

Lebih lanjut Agung menyebutkan Kecamatan Bumiaji yang memiliki topografi pegunungan, menjadi wilayah yang paling banyak terdampak bencana. Diikuti Kecamatan Batu dan Junrejo, dengan masing-masing tercatat dilanda sebanyak 44 dan 20 kejadian bencana.

"BPBD Kota Batu tidak hanya berfokus pada penanganan pasca bencana, tetapi juga aktif melakukan upaya mitigasi melalui berbagai kegiatan pra bencana," tambah Agung.

Menurutnya beberapa kegiatan penting yang sudah dilaksanakan, yaitu pendampingan survei mikroseismik kepada mahasiswa magang, serta pendampingan kepada masyarakat dalam program Destana (Desa Tangguh Bencana) di Kelurahan Sisir.

Tak hanya itu, kegiatan lainnya termasuk pelatihan kesiapsiagaan bencana, simulasi bencana, serta kajian risiko bencana juga dilakukan. Bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan masyarakat, dalam menghadapi ancaman bencana.

Sedangkan pada fase pasca bencana, Agung menjelaskan BPBD Kota Batu telah melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi di 26 titik lokasi yang terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, menurutnya 25 titik telah selesai direhabilitasi dengan progres 100 persen, sementara satu titik fasilitas umum masih dalam tahap penyelesaian dengan progres mencapai 50 persen.

"Proyek rehabilitasi ini mencakup pemulihan fasilitas umum, rumah warga, serta tempat usaha yang terdampak, dengan prinsip "Build Back Better" untuk memastikan pembangunan yang dilakukan lebih tahan terhadap bencana di masa depan," ungkap Agung.

Dalam kesempatannya ini, Agung juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan mengikuti informasi cuaca yang disampaikan oleh BMKG. Mengingat sebagian wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Batu, telah memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2025 mendatang.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.