05 April 2025

Get In Touch

Tanah Gerak di Desa Tumpakrejo Kabupaten Malang Berpotensi Meluas dan Ancam Rumah Warga

Lokasi Tanah Gerak di Desa Tumpakrejo Kabupaten Malang. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)
Lokasi Tanah Gerak di Desa Tumpakrejo Kabupaten Malang. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)

MALANG (Lenteratoday) – Ancaman pergerakan tanah atau tanah gerak di Dusun Bulurejo, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, terus meningkat. Hingga kini, kondisi pergeseran tanah berpotensi semakin parah, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat pergerakan tanah ini telah berdampak pada 4 rumah warga yang berada di dekat lokasi kejadian.

"Tanah gerak di wilayah ini bukanlah fenomena baru. Berdasarkan kronologi, gejala awal tanah gerak mulai terdeteksi pada 2016 di lahan tebu milik dua warga setempat. Awalnya, pergeseran hanya berupa retakan kecil, namun intensitasnya semakin meningkat hingga tahun 2024 kemarin," ujar Kepala Bidang Kedaduratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Selasa (7/1/2025).

Sadono menambahkan, retakan tanah tersebut terjadi di lahan tebu milik salah satu warga, Untung, yang kini telah mencapai lebar sekitar 3 meter, kedalaman 3 meter, dan panjang hingga 300 meter.

Menurut Sadono, kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena jarak retakan tanah dengan pemukiman warga hanya sekitar 35 meter. Pergeseran tanah selama periode 2016-2024 bahkan menyebabkan pergeseran posisi tanah bangunan sejauh 5 meter, berdampak langsung pada rumah milik 4 warga yang dihuni sebanyak 12 jiwa.

Selain mengancam keselamatan warga, pergerakan tanah juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Sadono menyebutkan, jalan di sekitar lokasi ambles menyebabkan berpindahnya aliran air selokan yang melintangi jalan. Menurutnya, hal ini memperparah erosi tanah setiap kali hujan deras terjadi, sehingga risiko longsor semakin besar.

"Nilai kerugian akibat pergerakan tanah ini masih dalam proses pemantauan. Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak jangka panjang terhadap infrastruktur dan kesejahteraan warga menjadi perhatian utama," katanya.

“Kami sudah menerima laporan dan segera melakukan asesmen di lapangan. Jika pergerakan tanah terus memburuk, kami akan mengupayakan relokasi bagi empat rumah warga yang berada di lokasi terdekat,” imbuh Sadono.

Hingga laporan terakhir dari Pusdalops BPBD Kabupaten Malang pada 6 Januari 2025, sambungnya, kondisi pergeseran tanah masih berlangsung dan diperkirakan akan terus bertambah parah apabila hujan deras terus terjadi.

"Kami terus memantau situasi dan akan memberikan informasi terkini kepada warga. Prioritas kami adalah keselamatan dan mengurangi risiko lebih lanjut," tutupnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.