04 April 2025

Get In Touch

Peternak Sapi di Blitar Buka Usulan Membuat Donasi Bantu Vaksin Mandiri PMK

Petugas Disnakkan Kabupaten Blitar memeriksa ternak sapi sebelum masuk pasar hewan
Petugas Disnakkan Kabupaten Blitar memeriksa ternak sapi sebelum masuk pasar hewan

BLITAR (Lenteratoday) - Akibat minimnya bantuan pemerintah dalam menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), peternak sapi di Kabupaten Blitar usul membuka donasi untuk membantu vaksin mandiri.

Salah satu peternak sapi di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Didik Setiawan mengatakan sampai saat ini belum ada kabar kepastian, kapan turun bantuan vaksin untuk peternak di Kabupaten Blitar.

"Padahal wabah PMK sudah menyebar, banyak peternak yang resah dengan kondisi ini," ujar Didik, Selasa (7/1/2025).

Dijelaskan Didik kalau kondisi peternak sangat berat kalau wabah PMK ini tidak segera ditangani, karena baru saja bangkit dari serangan penyakit yang sama pada 2022 lalu.

"Ibaratnya peternak itu masih trauma dan belum sembuh, sekarang sudah diserang wabah PMK lagi. Apalagi sampai sekarang belum ada bantuan vaksin dari pemerintah," jelasnya.

Peternak bingung, karena harus mengeluarkan biaya untuk vaksin mandiri. Apalagi yang memiliki ternak sapi banyak, kalau per ekor sapi butuh 2 kali vaksin dikalikan sekitar Rp 50-100 ribu untuk sekali vaksin.

"Bisa dihitung berapa biaya yang harus dikeluarkan peternak, itu pun dengan catatan kondisi sakitnya ringan. Kalau sakitnya sedang atau berat kemudian sapi mati, kerugian peternak semakin bertambah," beber Didik yang memiliki 25 ekor sapi.

Oleh karena itu Didik mengusulkan untuk membuka donasi, guna membantu peternak vaksin mandiri. Terutama peternak yang tidak mampu kalau harus membiayai vaksin mandiri, karena keterbatasan kemampuan keuangannya.

"Dibuka donasi saja, untuk vaksin mandiri. Sebelum kondisi wabah PMK semakin meluas, merugikan peternak di Blitar," keluhnya.

Ditambahkan Didik jumlah populasi ternak sapi di sekitarnya, pada 6 desa di Kecamatan Gandusari dan Wlingi sekitar 5.000 ekor.

Menanggapi usulan membuka donasi untuk membantu peternak membeli vaksin mandiri, pihak Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Nanang Miftahudin mengakui kalau sampai saat ini memang belum ada info dan alokasi anggaran baik dari dinasnya, provinsi mau pusat.

"Untuk fasilitasi pencegahan dan penanganan PMK belum ada alokasi, baik vaksin maupun obat-obatam dan sarana prasarananya serta biaya operasionalnya," papar Nanang.

Terkait usulan membuka donasi, guna membantu peternak vaksin mandiri atau membeli vaksin sendiri. Nanang mengatakan pihaknya berharap kaitan penanganan PMK ini, menjadi prioritas pemerintah melalui Kementan dengan mengalokasikan anggaran yang memadai.

"Apalagi kalau dikaitkan dengan program presiden makanan bergizi gratis, untuk mencukupi kebutuhan daging dan susu sapi," tandasnya.

Bahkan berdasarkan data terakhir dari Disnakkan Kabupaten Blitar, kasus PMK sampai 7 Januari 2025 terus bertambah menjadi 404 kasus dan 319 sakit serta 35 mati.

Reporter: Arief Sukaputra|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.