05 April 2025

Get In Touch

Pemkab Lamongan Optimistis Mampu Berkontribusi Mewujudkan Swasembada Pangan

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendampingi Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementerian Republik Indonesia Yudi Sastro melakukan gerakan tanam percepatan luas tambah tanam (LTT), di Desa Kebalanpelang Kecamatan Babat, Rabu (8/1/2025).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendampingi Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementerian Republik Indonesia Yudi Sastro melakukan gerakan tanam percepatan luas tambah tanam (LTT), di Desa Kebalanpelang Kecamatan Babat, Rabu (8/1/2025).

SURABAYA (Lenteratoday) - Luas tanam di Kabupaten Lamongan pada awal tahun ini mencapai 3.768 hektar dari target pemerintah pusat 28.344 hektar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan optimistis mampu berkontribusi dalam rangka mewujudkan swasembada pangan tahun 2025, seperti yang telah ditargetkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

"Pemkab Lamongan dan petani Lamongan siap serempak mensukseskan program swasembada pangan. Bahkan Pemkab Lamongan sudah mencanangkan penggunaan dana desa minimal 20 persen untuk pertanian, dan rencananya akan kami gunakan untuk pelaksanaan sekolah lapang. Tujuannya agar kemampuan petani lebih maksimal dalam mengelola dan mengatasi masalah pertanian," tutur Pak Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat mendampingi Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementerian Republik Indonesia Yudi Sastro saat melakukan gerakan tanam percepatan luas tambah tanam (LTT) di Desa Kebalanpelang, Kecamatan, Rabu (8/1/2025) dikutip dari situs Pemkab Lamongan.

Untuk mempertahankan sebagai daerah lumbung pangan Nasional dan turut mewujudkan swasembada pangan, Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini memaparkan Pemkab Lamongan telah melakukan ragam upaya untuk meningkatkan produktivitas padi. Diantaranya menyediakan bibit berkualitas, pembangunan perbaikan atau rehabilitasi jaringan irigasi baik primer, sekunder, dan tersier embung serta sumur dalam maupun dangkal, optimalisasi potensi lahan sawah dan bukan sawah untuk ditanami padi (wilayah rawa dan perhutanan sosial). Kemudian, juga penyediaan pompa, pendampingan melalui sekolah lapang baik SL GAP, SL PHT dalam rangka agar budidaya padi bisa dikawal sampai panen dengan hasil yang baik.

"Target tanam tahun 2025 dari Kementerian pertanian Republik Indonesia sebesar 192.373 hektar (Januari sampai dengan Desember). Sedangkan, rata-rata realisasi sasaran tanam Kabupaten Lamongan 5 tahun terakhir adalah 154.8 15 hektar, artinya ada kenaikan target sebesar 37.558 hektar," katanya.

Pak Yes memaparkan, luas panen berdasarkan angka kerangka sampling area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 sebesar 130.890 hektar dengan produksi 776.950 ton (angka sementara dari rilis BPS Kabupaten Lamongan November 2024).

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementerian Republik Indonesia Yudi Sastro memberikan apresiasi akan capaian Lamongan pada Indeks Penanaman (IP). yakni 1,3 pada tahun 2023 dan 1,6 pada tahun 2024.

Yudi Sastro optimis bahwa Lamongan mampu merealisasikan target swasembada pangan 2025. Karena produksi padi Lamongan merupakan penyangga pangan nasional. "Kita melakukan penambahan tanam sebesar 30 persen, tujuannya untuk mencapai target. Namun kita optimis surplus jika melihat potensi Jawa Timur dan terutama Lamongan," ungkapnya.

Sementara, mengutip dari kominfojatim pada 4 Juli 2024, target produksi gabah di Kabupaten Kabupaten Lamongan pada tahun 2024 adalah 1,2 juta ton. Akan tetapi, selama musim tanam pertama produktivitas gabah Lamongan telah mencapai 600 ribu ton.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Lamongan yang dirilis 8 November 2024 diketahui bahwa
luas panen padi pada 2024 diperkirakan sebesar 130,89 hectare. Luasan tersebut mengalami penurunan sebanyak 8,82 ribu hektare atau 6,31 persen dibandingkan luas panen padi di 2023 yang sebesar 139,70 ribu hektare.

Kemudian, Produksi padi pada 2024 diperkirakan sebesar 776,95 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 21,75 ribu ton GKG atau 2,72 persen dibandingkan produksi padi di 2023 yang sebesar 798,70 ribu ton GKG.

Produksi beras pada 2024 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sekitar 448,63 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 12,56 ribu ton atau 2,72 persen dibandingkan produksi beras di 2023 yang sebesar 461,19 ribu ton. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.