
NGAWI (Lenteratoday) - Pasar sapi yang berada di Desa Kandangan, Kecamatan/Kabupaten Ngawi terpantau sepi. Sepinya transaksi jual beli sapi di Pasar Legi, lantaran kasus PMK yang kembali merebak di Kabupaten Ngawi.
Pantauan di lokasi Pasar Legi terlihat lebih sepi. Tiang-tiang pancang untuk mengikat sapi terlihat lengang. Pun, hiruk-pikuk pedagang maupun pembeli tidak seramai saat kondisi normal.
Salim, salah satu pedagang sapi asal Kecamatan Gerih mengatakan, kondisi sepinya Pasar Legi dirasakan sejak dua pekan lalu. Jumlah sapi yang diperjualbelikan turun drastis dibandingkan saat kondisi normal.
"Takut dengan PMK. Sudah tiga kali pasaran ini kondisinya mulai sepi," katanya, Kamis (9/1/2025).
Menurutnya, banyak pedagang maupun pembeli khawatir dengan adanya PMK. Di samping itu, harga jual sapi juga jatuh. Bila sapi dewasa, harganya turun Rp3-4 jutaan. Sementara untuk anakan, satu ekor dihargai Rp2-3 jutaan.
Merebaknya kembali virus PMK pernah menyebabkan Salim rugi jutaan rupiah. Sebabnya, sapi yang dia beli belasan juta rupiah tertular PMK hingga parah. Terpaksa dia jual dengan harga murah agar tidak terlalu dalam merugi. "Terpaksa saya jual Rp2 juta saja," keluhnya.
Salim sempat mendengar wacana Pasar Legi akan ditutup sementara. Dia berharap, wacana itu tidak dilakukan. Salim masih memiliki asa untuk bertahan di tengah PMK.
"Kalau bisa tetap dibuka. Paling tidak para pedagang masih bisa mengais rezeki sedikit-sedikit," harapnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Supriyanto mengatakan dinas telah mengusulkan penutupan pasar hewan. Sebagaimana instruksi Kementan RI untuk menutup pasar hewan selama 14 hari. Pasar hewan disinyalir menjadi episentrum penyebaran virus PMK.
"Diharapkan bisa memutuskan mata rantai penyebaran virus PMK," kata Supriyanto.
Data terbaru dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, hingga 8 Januari 2025, jumlah sapi yang terpapar PMK sebanyak 707 ekor. Sebanyak 83 ekor mati. Serta 185 ekor sapi dinyatakan sembuh dari PMK.
"Sisanya masih proses perawatan," pungkas Supriyanto Kabid Keswan DPP Kabupaten Ngawi terkait PMK. (*)
Reporter: Miftakul FM | Editor : Lutfiyu Handi