05 April 2025

Get In Touch

Disperkim Kota Batu Anggarkan Rp 7 Miliar untuk Pembangunan IPLT di Desa Tlekung

Kepala Disperkim Kota Batu, Bangun Yulianto. (dok. istimewa)
Kepala Disperkim Kota Batu, Bangun Yulianto. (dok. istimewa)

BATU (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) memprioritaskan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, pada tahun 2025 ini. Anggaran untuk proyek tersebut sebesar Rp 7 miliar dan difokuskan pada penguatan lereng untuk mengatasi permasalahan tanah bergerak yang kerap terjadi di kawasan Tlekung.

Kepala Disperkim Kota Batu, Bangun Yulianto, mengatakan proyek ini telah direncanakan dengan matang dan siap dikerjakan di tahun 2025 ini. Terlebih menurutnya sejumlah bangunan IPLT di Kota Batu diketahui dalam kondisi yang mulai rusak.

"Sudah dua hingga tiga tahun ini kami melakukan mitigasi bersama tim dari Universitas Brawijaya. Kondisi bangunan di lokasi memang sudah banyak yang rusak, sehingga kami prioritaskan untuk pembangunan perbaikan,” ujarnya, Kamis (9/1/2025).

Bangun menekankan, fokus utama pembangunan yaitu penguatan lereng untuk mengatasi lahan yang sering ambles dan bergerak. Hal ini menjadi langkah penting agar instalasi dapat berfungsi dengan baik dan berkelanjutan.

“Anggaran sebesar Rp 7 miliar ini akan digunakan untuk penguatan lereng sekaligus membangun kembali tulang endapan lumpur tinja. Tujuannya adalah agar IPLT bisa segera difungsikan kembali dengan optimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya proyek ini mencakup pembangunan baru sekaligus pembenahan titik-titik tertentu di area IPLT Tlekung. Bangun menjelaskan, penguatan lereng menjadi prioritas utama, dengan pembuatan struktur baru yang lebih kokoh untuk mencegah terjadinya pergerakan tanah di masa mendatang.

“Penguatan lereng ini memiliki panjang sekitar 10 meter dengan ketinggian 15 meter. Jadi, yang kami bangun sebenarnya bukan hanya luasannya, tetapi juga struktur yang mampu menahan potensi pergerakan tanah,” tambahnya.

Menurut Bangun, pengerjaan proyek akan dilakukan secara terintegrasi. Penguatan lereng akan dilakukan bersamaan dengan pemadatan tanah dan pembangunan tulang endapan baru. Teknik ini diharapkannya mampu meningkatkan daya tahan fasilitas serta mendukung pelayanan IPLT secara maksimal.

“Setelah penguatan lereng dan pemadatan selesai, kami akan membangun tulang endapan baru. Dengan begitu, fasilitas ini dapat digunakan secara optimal. Selain itu, keberadaan IPLT yang berfungsi baik juga diharapkan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Di sisi lain, Bangun mengungkapkan selama ini IPLT Kota Batu telah melayani berbagai kebutuhan, termasuk pengolahan limbah dari kantor pemerintahan dan badan sosial. Sistem pengolahan limbah telah dirancang agar hasil pengeringan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk.

“Kami kan juga memberikan layanan penyedotan limbah tinja secara berkala. Dengan pembangunan baru ini, kami berharap layanan semakin optimal, baik untuk sektor publik maupun masyarakat umum,” jelasnya.

Untuk memastikan pelaksanaan proyek tepat waktu, Disperkim akan segera memulai proses tender serta berkomitmen mempercepat langkah-langkah administrasi agar proyek ini dapat segera berjalan sesuai rencana. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.