
JOMBANG (Lenteratoday) - Pabrik pengolah plastik sekaligus di Desa Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang terbakar hebat,
api meludeskan seluruh bangunan gudang produsen tali rafia tersebut, Senin(13/1/20254).
Agung Wibowo (40) warga setempat mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, saat itu terlihat asap membubung dari gudang bagian depan. Ternyata berasal dari mesin pabrik yang dipanaskan, tapi ditinggal.
"Saya tanya ke karyawan, katanya manasi mesin terus ditinggal. Saya ke sini api sudah besar," kata Agung menirukan keterangan salah satu karyawan pabrik.
Api dengan cepat menjilat ke seluruh bangunan gudang, karena di tempat itu memang banyak bahan plastik yang mudah terbakar. Warga mencoba memadamkan dengan peralatan manual, namun kobaran api terus membesar. Sehingga dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, yang memiliki Unit Pemadam Kebakaran.
Tak lama berselang, 4 mobil pemadam kebakaran (Damkar) meraung-raung ke lokasi disertai 4 mobil tangki air, ke lokasi. Petugas segera melakukan pemadaman dengan selang-selang air cukup besar dan panjang.
Satu dua jam kemudian, api baru berhasil dijinakkan. Selanjutnya dilakukan pembahasan, guna mencegah bara api yang tersisa tidak membesar lagi.
"Kami segera tangani, lebih-lebih di sini padat penduduk dan padat pabrik. Terpenting penanganan dilakukan secepatnya, agar tidak merembet ke rumah-rumah warga," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa F Diaz.
Dikatakan Wiku Birawa bangunan yang terbakar berupa gudang berisi bahan plastik, untuk produksi tali rafia yang mudah terbakar.
Menurut Wiku, api diduga muncul dari bagian pabrik sisi kiri, yaitu tempat mesin produksi. Kemudian merambat sampai bagian belakang, tempat sejumlah limbah plastik disimpan.
"Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran, karena masih fokus melakukan pembasahan dan pendataan korban material,” katanya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di pabrik tali rafia tersebut, meskipun ada karyawannya tapi tidak ada korban jiwa.
"Hanya korban materi, tapi kami masih mendata total kerugian,” imbuhnya.
Reporter: Sutono/Editor: Ais