03 April 2025

Get In Touch

15 Jam Longsor Tutup Jalur Menuju Pagak, BPBD Kabupaten Malang Sebut Akses Jalan Kembali Normal

Akses lalu lintas di Jalan Gunung Gugur menuju Pagak mulai kembali normal pasca tertimpa longsor, Rabu (15/1/2025). (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)
Akses lalu lintas di Jalan Gunung Gugur menuju Pagak mulai kembali normal pasca tertimpa longsor, Rabu (15/1/2025). (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Akses Jalan Raya Gunung Geger Watu Gandul, Desa Sumberejo, yang sempat tertutup longsor selama hampir 15 jam, kini telah kembali normal. Jalur utama menuju Kecamatan Pagak ini sebelumnya tertutup oleh material longsoran dan pohon tumbang yang memaksa petugas memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas untuk meminimalisir risiko rawan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Malang, longsor terjadi pada Selasa (14/1/2025) malam akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut. Material tanah dan pohon tumbang dilaporkan menutup sebagian jalur hingga menghambat kendaraan roda dua dan roda empat.

"Longsoran sempat menutup sebagian jalan menuju Pagak. Namun, untuk saat ini pembersihan material sudah selesai. Kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa melewati jalan tersebut," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Rabu (15/1/2025).

Menurut Sadono, proses pembersihan telah dilakukan sejak pagi hari menggunakan alat berat, truk tangki, dan peralatan manual seperti sekop. BPBD Kabupaten Malang juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polsek dan Koramil Pagak, Bina Marga, Perhutani, serta masyarakat setempat untuk membuka kembali akses jalan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat intensitas hujan yang tinggi berpotensi memicu bencana serupa di daerah rawan longsor lainnya.

Lebih lanjut, Sadono juga menjelaskan, memasuki puncak musim penghujan pada Januari-Februari 2025, BPBD Kabupaten Malang telah menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 3 Desember 2024. Langkah ini diambil untuk memitigasi potensi dampak bencana hidrometeorologi yang lebih luas, termasuk longsor, banjir, dan angin kencang.

“Sebagai antisipasi, kami juga telah mendirikan empat pos lapangan (poslap) di wilayah rawan bencana, yaitu di Kecamatan Ngantang, Singosari, Tumpang, dan Tirtoyudo,” ungkap Sadono.

Keempat poslap tersebut bertugas melakukan pemantauan, berkoordinasi dengan Muspika, dan memberikan respons cepat terhadap laporan bencana. Poslap Ngantang mencakup wilayah Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Poslap Singosari melayani wilayah Lawang, Singosari, Karangploso, dan Dau. Sementara itu, Poslap Tumpang mencakup Jabung, Pakis, Tumpang, dan Poncokusumo, serta Poslap Tirtoyudo meliputi Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, dan Turen.

"Kami juga mengoperasikan posko induk di Kantor BPBD di Jalan Raya Trunojoyo, Kepanjen, yang beroperasi 24 jam setiap hari hingga Maret 2025. Posko ini menjadi pusat koordinasi dan layanan darurat selama masa tanggap darurat," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.