
TRENGGALEK (Lenteratoday) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bergerak cepat menangani bencana tanah gerak dan longsor di Trenggalek. Penelitian di lokasi terdampak menghasilkan rekomendasi mitigasi, sementara pemerintah daerah mulai mempersiapkan relokasi bagi ratusan warga yang terdampak.
Tim PVMBG mengungkap bahwa area terdampak di Dusun Depok, Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, berisiko tinggi mengalami longsor susulan. Hasil pemetaan geologi menunjukkan adanya mahkota longsor besar yang terbentang di kawasan perbukitan. Retakan tanah yang belum ditangani menjadi salah satu faktor utama ancaman ini.
“Retakan ini berpotensi menjadi jalur air yang memicu longsor lanjutan. Oleh karena itu, langkah mitigasi harus segera dilakukan,” kata Oktory Prambada, salah satu peneliti PVMBG, Rabu (15/1/2025).
Di sisi lain, pemerintah provinsi dan kabupaten telah menyiapkan rencana relokasi untuk 119 warga terdampak. Kepala BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, menyatakan bahwa lahan untuk relokasi sedang dalam tahap persiapan.
“Fokus kami adalah memberikan tempat tinggal yang aman bagi warga terdampak. Relokasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk melindungi mereka dari risiko bencana,” terangnya.
Bencana tanah gerak dan longsor yang terjadi sebelumnya memaksa 119 warga dari 38 rumah mengungsi ke posko sementara atau rumah kerabat. Langkah mitigasi dan relokasi diharapkan mampu memberikan keamanan dan solusi permanen bagi masyarakat terdampak di Trenggalek.
Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH