03 April 2025

Get In Touch

Pro dan Kontra DPRD Jatim Terkait Libur Sekolah Selama Ramadan

Pelajar SMA di Jawa Timur.
Pelajar SMA di Jawa Timur.

SURABAYA (Lenteratoday) – Keputusan Pemerintah yang akhirnya menyetujui libur sekolah selama puasa ramadan menuai pro dan kontra di kalangan anggota DPRD Jawa Timur. Berbagai pendapat muncul, baik yang mendukung maupun yang mengkritisi, dengan menekankan perlunya kebijakan yang matang dan panduan pelaksanaan yang jelas.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Indriani Yulia Mariska, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan ini, asalkan libur panjang tersebut diisi dengan kegiatan positif dan mendukung pengembangan spiritual siswa.

“Hanya saja, saya berharap pihak sekolah, guru, dan orang tua tetap berkomunikasi agar anak didik mengisi libur Ramadan dengan berbagai hal yang positif, menyenangkan, dan tentunya lebih khusyuk dalam beribadah,” ungkap Indriani Yulia, Rabu (15/01/2025).

Legislator asal Madura Raya tersebut menuturkan bahwa kebijakan ini dapat menjadi peluang bagi siswa untuk mendalami nilai-nilai agama yang selama ini mungkin kurang mendapatkan perhatian di tengah rutinitas belajar.

"Menurut saya, ini penting sekali karena bisa memperdalam pemahaman agama bagi anak didik,” imbuhnya.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Hikmah Bafakih, yang khawatir libur panjang tanpa aktivitas terarah justru akan menjadi tantangan besar bagi keluarga dan anak-anak.

“Kita harus membiasakan anak-anak tetap produktif saat Ramadan. Kalau mereka libur penuh, siapa yang akan mengawasi aktivitas mereka? Faktanya, lembaga keluarga ini, seperti yang terlihat saat pandemi Covid-19, cukup kesulitan ketika harus mendampingi anak-anak sepanjang waktu,” ujar Hikmah.

Lebih lanjut, Hikmah yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim itu mengingatkan bahwa belajar juga merupakan bagian dari ibadah yang harus dipahami oleh siswa.

“Khawatirnya ada pemahaman yang menggeneralisasi bahwa belajar itu bukan ibadah, sehingga anak-anak lebih memilih tidur sepanjang hari supaya kuat puasa. Ini harus dikaji ulang, karena produktivitas selama Ramadan juga penting,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi Golkar DPRD Jatim, Jairi Irawan yang mendukung kebijakan tersebut, tetap mengingatkan agar kebijakan ini memerlukan kajian mendalam agar tidak berujung pada ketidakproduktifan anak-anak.

“Jangan sampai libur panjang ini justru membuat mereka kehilangan arah. Anak-anak perlu diarahkan untuk tetap produktif, karena belajar juga merupakan bagian dari ibadah,” terang Jairi.

Jairi menekankan bahwa libur selama Ramadan tidak boleh menjadi alasan bagi siswa untuk meninggalkan rutinitas belajar dan tanggung jawab lainnya. Ia juga mendorong pemerintah untuk menggandeng lembaga pendidikan dan keluarga dalam menciptakan program-program alternatif selama Ramadan, seperti kegiatan sosial, kelas agama, atau pelatihan keterampilan. (*)

Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.