03 April 2025

Get In Touch

Fasum Rusak Akibat Aplikasi Koin Jagat, Anggota DPRD Jatim Minta Komdigi Turun Tangan

Aplikasi online Koin Jagat
Aplikasi online Koin Jagat

SURABAYA (Lenteratoday) – Fenomena permainan berburu harta karun digital bernama Koin Jagat tengah menjadi sorotan, terutama setelah kerusakan fasilitas umum seperti taman kota di Surabaya dilaporkan meningkat akibat aktivitas para pemburu koin.

Anggota DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) segera turun tangan mengatur aplikasi permainan ini agar tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut.

"Kementerian Komdigi perlu mengatur dan membatasi aktivitas ini. Saya banyak menerima laporan bahwa titik-titik perburuan Koin Jagat banyak berada di taman-taman Kota Surabaya, yang akhirnya merusak fasilitas umum," ungkap Fuad, Kamis (15/01/2025).

Koin Jagat, yang menjadi viral di media sosial, memungkinkan pemain berburu tiga jenis koin—emas, perak, dan perunggu—melalui aplikasi berbasis realitas augmented. Namun, popularitasnya membawa konsekuensi negatif. Beberapa pemburu koin dilaporkan menginjak-injak tanaman di taman kota demi menemukan koin-koin virtual tersebut.

Fuad, legislator dari daerah pemilihan Surabaya, menyoroti pentingnya menjaga fasilitas umum, terutama taman, yang menjadi ruang hijau vital bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kerusakan pada fasilitas umum tidak hanya merugikan keindahan kota tetapi juga membebani anggaran daerah untuk perbaikan.

"Taman itu bukan hanya untuk keindahan, tapi juga tempat masyarakat menikmati udara segar dan bersosialisasi. Merusaknya sama saja dengan merugikan masyarakat secara keseluruhan. Kita tidak bisa membiarkan ini terus berlanjut tanpa regulasi," jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menekankan bahwa pembangunan dan pemeliharaan taman memerlukan biaya besar. Jika taman rusak akibat permainan seperti Koin Jagat, pemerintah daerah harus mengalokasikan anggaran tambahan untuk memperbaikinya. Menurutnya, hal ini tentu tidak adil bagi masyarakat yang sebenarnya memiliki hak atas fasilitas umum tersebut.

"Kerusakan fasilitas umum berarti kita harus mengeluarkan anggaran lagi. Ini tentu merugikan semua pihak. Pemerintah pusat harus hadir dengan regulasi yang jelas agar aktivitas semacam ini tidak mengorbankan fasilitas publik," imbuhnya.

Sebagai solusi, Fuad mengusulkan adanya pembatasan area perburuan koin yang tidak mengganggu ruang publik seperti taman, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga fasilitas umum. Ia juga berharap pengembang aplikasi Jagat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan aktivitas permainan tidak melanggar aturan atau merusak lingkungan.

"Kita semua tentu mendukung inovasi digital, tetapi harus ada batasan agar dampaknya tidak merugikan masyarakat luas. Saya harap Komdigi segera merespons fenomena ini dengan kebijakan yang bijak," pungkasnya. (*)

Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.