
SURABAYA (Lenteratoday) -Anggota Komisi D DPRD Surabaya Dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes menyambut baik adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pemenuhan gizi pelajar di Indonesia.
Pihaknya juga menyoroti terkait dampak program tersebut yang dapat mematikan usaha pedagang kantin di sekolah.
"Kantin ini kan isinya adalah UMKM yang ada di kampung-kampung sekitar sekolah. Dan ketika ada MBG ini kita harusnya merangkul mereka," kata Dr. Michael, Kamis (16/1/2025).
Politisi dari PSI ini mengungkapkan, seharusnya para pelaku UMKM digandeng dan diberikan pelatihan khusus oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terkait standarisasi gizi atau pembuatan makan bergizi untuk anak-anak.
"Kalaupun mereka belum memenuhi syarat pemenuhan gizi anak ya kita berikan pelatihan, pembimbingan sehingga mereka bisa mengelola dengan baik. Kalau kita libatkan UMKM, rantai simbiosis mutualisme ini ada," ungkapnya.
Untuk itu, Dr Michael menyarankan agar para pelaku UMKM di sekolah dapat dibina sehingga memiliki pertambahan ekonomi.

"Jadi perusahaan catering ini bisa mendatangi ibu-ibu di kantin, kemudian anak-anak diberikan voucher. Jadi uang jajan anak-anak itu bisa ditabung," tuturnya.
Nantinya, voucher makanan tersebut dapat ditukarkan dengan makanan sehat yang ada di pedagang kantin sekolah.
"Jadi ini bisa berputar dengan baik. Kalau diberikan ke perusahaan catering ya mohon maaf yang sudah kaya jangan dipertahankan seperti itu, kita harus memikirkan UMKM di bawah," ucapnya.
Dr Michael juga mendorong pihak sekolah melakukan quality control guna memastikan hidangan yang disediakan memiliki kualitas yang bagus.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH