
PASURUAN (Lenteratoday) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat setidaknya ada 112 rumah warga di wilayah Kecamatan Nguling dan Lekok yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung, Senin (20/1/2025) sore.
Rumah rusak tersebut diantaranya ada 74 rumah terdampak di Desa Mlaten dan Kedawang, Kecamatan Nguling. Sedangkan di wilayah Kecamatan Lekok ada 38 rumah warga yang rusak di Desa Jatirejo, Semedusari, Tambaklekok, dan Desa Wates.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan ratusan rumah warga yang mengalami kerusakan, seluruhnya dalam kategori rusak ringan sampai sedang.
Hanya saja, ada beberapa bangunan seperti toko dan pos penjagaan di wilayah Kecamatan Lekok yang rusak berat, lantaran kondisi bangunan bukan permanen dan bukan kepemilikan pribadi.
"Kalau yang di Nguling, seluruhnya permukiman warga. Ada satu atau dua toko, tapi ya jadi satu dengan rumah warga. Tapi kalau di Lekok ada pos jaga dan toko yang rusak berat karena bangunannya tidak permanen dan bukan milik pribadi," katanya.
Sugeng sangat mengapresiasi tindakan warga terdampak yang langsung sigap memperbaiki atap rumah yang ambrol. Khususnya di Nguling yang sebagian besar profesi warga terdampak adalah tukang bangunan.
Meski demikian, Pemkab Pasuruan tetap memberikan bantuan kedaruratan kepada semua warga terdampak. Plus bantuan rehab dari perusahaan terdekat, seperti PT Indonesia Power dan lainnya.
"Bantuan kedaruratan tetap kami salurkan dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada PT Indonesia Power yang juga ikut membantu warga terdampak," imbuhnya.
Dengan rusaknya ratusan rumah, Sugeng menghimbau kepada masyarakat untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometrologi seperti saat ini.
"Kami yakin masyarakat semakin cerdas dalam menghadapi ancaman bencana hidrometrologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lainnya," himbaunya. (*)
Editor : Lutfiyu Handi