
SURABAYA (Lenteratoday) - Pembangunan jalan tol Demak menuju Tuban yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur akan segera direalisasikan dengan investasi fantastis senilai Rp45,71 triliun. Jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas lintas provinsi sekaligus mengurangi kemacetan di jalur Pantura, khususnya di kawasan Juwana-Rembang.
Jalan tol ini diberi nama Jalan Tol Demak-Tuban dan akan terkoneksi dengan Jalan Tol Semarang-Demak yang mendukung rute Jalan Tol Trans Jawa, dilansir ari kontruksimedia. Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan (kemenkeu.go.id), proyek ini memiliki total panjang 180,58 kilometer dan dirancang untuk dilalui dengan kecepatan hingga 100 kilometer per jam.
Dilansir dari pikiran rakyat Selasa (21/1/2025), Kabar baik datang dari pemerintah pusat yang mengonfirmasi bahwa pembangunan jalan tol Demak-Tuban akan segera memasuki tahap lelang pada tahun 2025.
Rencana pembangunan jalan tol Demak menuju Tuban akan terbagi menjadi dua tahap utama. Tahap pertama, yang mencakup ruas jalan tol dari Demak menuju Rembang sepanjang 93 km, diperkirakan akan dimulai konstruksinya pada tahun 2026 dan selesai pada tahun 2027. Jalan tol ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2028. Tahap kedua, yaitu ruas dari Rembang menuju Tuban sepanjang 87 km, akan dimulai konstruksi pada tahun 2030 hingga 2031, dengan target operasional pada tahun 2032.
Hingga saat ini, proyek ini telah mendapatkan sejumlah persetujuan penting. Pada 20 Mei 2020, Kementerian ATR/BPN telah memberikan persetujuan terkait analisis dampak lalu lintas (Andalalin). Selain itu, pada 1 November 2023, telah diterbitkan persetujuan untuk kelengkapan pengajuan persetujuan lingkungan dan revisi basic design sesuai dengan masukan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Untuk tahapan pertama, jalan tol yang akan melintasi wilayah Kabupaten Kudus menjadi sorotan utama. Ruas tol ini dipastikan akan melewati tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Undaan, Mejobo, dan Jekulo. Di Kudus, juga akan dibangun simpang susun yang akan terletak di Desa Ngamplak, Kecamatan Mejobo.
Pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dalam pelaksanaan proyek ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemerintah daerah diharapkan memastikan kesesuaian proyek jalan tol dengan rencana pengembangan daerah setempat. Selain itu, pembebasan lahan yang efektif dan efisien juga menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini. Pemerintah daerah juga diminta untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan investasi, pembiayaan, serta pengelolaan konsumsi yang terkait dengan proyek tersebut.
Pembangunan jalan tol Demak-Tuban ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, khususnya di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Proyek ini tidak hanya akan mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga mendukung peningkatan perekonomian lokal dan nasional. Jalan tol ini diharapkan dapat memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat hubungan antar kota dan provinsi di wilayah tersebut.
Keberadaan jalan tol ini juga akan berdampak positif pada kemudahan transportasi, meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan, serta mendorong pertumbuhan industri dan perdagangan di sepanjang jalur tol yang dibangun. Lebih lanjut, proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di jalur utama yang menghubungkan Demak dan Tuban. (*)
Editor : Lutfiyu Handi