04 April 2025

Get In Touch

Rencana Diklat Kebangsaan untuk Kepala PD, Wakil DPRD: Bagian dari Pengabdian

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Amanah/Lenteratoday)
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday) - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menilai rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) kebangsaan bagi seluruh Kepala Perangkat Daerah (PD) usai proses lelang jabatan sebagai bagian dari pengabdian. 

Kegiatan ini bertujuan memperkuat semangat kebangsaan dan nasionalisme di lingkungan birokrasi. Sehingga, para abdi negara juga harus terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap langkah kerja mereka. Peningkatan nilai-nilai kebangsaan ini tidak hanya membangun nasionalisme, tetapi juga membentuk prinsip kerja yang berorientasi pada pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Kalau niat bekerja adalah untuk bangsa, otomatis melayani masyarakat juga menjadi bagian dari pengabdian. Itu akan mempermudah pelayanan dan menciptakan kedisiplinan di berbagai sektor," ucapnya, Selasa (21/1/2025).

Politisi dari Partai Golkar ini menyebut, pelatihan dan upgrading wawasan kebangsaan bagi pejabat, terutama mereka yang memiliki tanggung jawab sebagai komando di bawahannya penting dilakukan.

"Seluruh pejabat, sebelum menempati posisi strategis, perlu mendapatkan pelatihan nilai-nilai kebangsaan. Ketika nasionalisme mereka tinggi, pengabdian akan lebih tulus," sebutnya. 

Ia pun mencontohkan, terkait langkah Presiden Prabowo yang memberikan pelatihan kepada para menterinya di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Menurutnya, langkah tersebut bisa diadopsi oleh Pemkot dengan menggandeng Kodam atau institusi militer lainnya untuk menanamkan kedisiplinan.

Di samping itu, ia juga menekankan pentingnya pemahaman geopolitik global bagi aparatur sipil negara (ASN) Surabaya. 

"Di era globalisasi ini, dinamika internasional tak bisa diabaikan. Apa yang terjadi di belahan dunia lain bisa berdampak pada kita. ASN Surabaya perlu informasi terkini tentang geopolitik global agar Pemkot mampu merancang langkah antisipasi jika ada skenario global yang memengaruhi kota ini," ungkapnya.

Dengan pemahaman yang matang tentang geopolitik, Fathoni yakin Pemkot Surabaya dapat memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal meski di tengah dinamika global. 

Ia juga berharap, langkah dapat menjadi salah satu strategi untuk menciptakan ASN yang tidak hanya melayani dengan disiplin, tetapi juga tanggap terhadap perubahan zaman demi kemajuan Kota Pahlawan.

"Kesejahteraan masyarakat Surabaya harus tetap menjadi prioritas, dan wawasan geopolitik yang baik akan membantu mencegah gangguan dalam pelayanan," tutupnya. (*)

Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.