03 April 2025

Get In Touch

Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Ngawi Terancam Rusak Terendam Banjir

Lahan pertanian padi di Kecamatan Pitu terendam banjir imbas luapan sungai Bengawan Solo. (Miftakul/Lenteratoday)
Lahan pertanian padi di Kecamatan Pitu terendam banjir imbas luapan sungai Bengawan Solo. (Miftakul/Lenteratoday)

NGAWI (Lenteratoday) - Banjir luapan sungai Bengawan Solo merendam ratusan hektar area persawahan di Kabupaten Ngawi. Akibatnya, ratusan hektar tanaman pangan terancam rusak jika air tidak kunjung surut.

Luapan sungai Bengawan Solo menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi. Data BPBD, sebanyak 7 kecamatan di Ngawi dilaporkan terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi.

Tidak hanya merendam kawasan permukiman, banjir juga menenggelamkan area persawahan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi mencatat, sedikitnya 372 hektar lahan pertanian terendam banjir.

"Banjir menggenangi lahan pertanian padi dan jagung," kata M Hasan Zunairi, Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPP Kabupaten Ngawi, Rabu (22/1/2025).

Hasan menjelaskan, lahan pertanian padi yang terdampak banjir memiliki usia tanam yang beragam. Rata-rata baru berusia 10-30 hari setelah tanam. Meskipun di beberapa tempat juga ada yang menjelang masa panen.

Kondisi tanaman padi yang relatif baru rawan rusak apabila terendam banjir dalam waktu yang lama. Dinas akan mengevaluasi apakah akan terjadi puso, atau diperlukan penanaman ulang.

"Kalau hanya satu hari tidak masalah. Tetapi jika lebih dari tiga hari, akan dievaluasi apakah akan puso atau perlu replanting," katanya.

Sementara, untuk tanaman padi yang menjelang masa panen relatif bisa bertahan. Meskipun demikian, gabah yang dihasilkan akan turun secara kualitasnya.

Saat ini, DKPP juga mendata petani yang terdampak banjir luapan sungai Bengawan Solo. Pemerintah akan memberikan bantuan benih padi maupun jagung untuk petani yang terdampak.

"Kami mendata petani yang terdampak banjir. Akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan benih padi maupun jagung dari pemerintah pusat," pungkas Hasan.

Muhajir warga Dusun Ngasinan, Desa Ngancar, Kecamatan Pitu salah satu petani yang terdampak banjir mengatakan, sawah miliknya sudah terendam banjir sejak kemarin. Dia khawatir, jika dalam waktu 3 hari kedepan air tidak surut, tanaman padi miliknya akan rusak.

"Usia tanam kurang lebih 50 hari. Sudah terendam sejak kemarin. Kalau tidak kunjung surut, padinya bisa mati," ucapnya. (*)

Reporter: Miftakul Fm | Editor : Lutfiyu Handi

Kabid Tanaman Pangan DKPP Ngawi, Hasan saat memberikan keterangan. (Miftakul/Lenteratoday)
Share:
Lentera Today.
Lentera Today.