03 April 2025

Get In Touch

Tanpa Incinerator Baru, Pemkot Batu Libatkan Komunitas untuk Kelola Sampah di Masyarakat

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai. (dok. Prokopim Kota Batu)
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai. (dok. Prokopim Kota Batu)

BATU (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan tidak ada penambahan mesin incinerator pada tahun 2025 ini. Sebagai gantinya, upaya pengelolaan sampah akan difokuskan pada pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.

Plt Kepala DLH Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan, langkah ini diambil untuk memperkuat peran Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Reduce, Reuse, Recycle (3R) yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan Kota Batu.

"Jadi di 2025 ini kami ingin ada fokus di pendampingan masyarakat. Di 2024 kemarin kan juga sudah ada pengadaan incinerator. Tahun ini penambahan incinerator tidak masuk ke proyek strategis daerah (PSD)," ujar Alfi, Kamis (23/1/2025).

Alfi menjelaskan, pendampingan ini akan melibatkan komunitas dan kelompok masyarakat di setiap desa dan kelurahan, terutama wilayah yang telah memiliki TPS 3R. Harapannya, masyarakat dapat merasa memiliki tanggung jawab bersama dalam menyelesaikan persoalan sampah di lingkungannya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai komunitas agar bersama-sama mendampingi TPS 3R di masing-masing desa," tambahnya.

Saat ini, Alfi menyebutkan Kota Batu telah memiliki 5 mesin incinerator yang tersebar di beberapa lokasi. Tiga unit berada di TPA Tlekung, Kecamatan Junrejo, satu unit di TPS 3R Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, dan satu lagi di TPS 3R Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.

Untuk diketahui, pengadaan 3 incinerator di TPA Tlekung pada tahun 2023 menelan anggaran hingga Rp 12 miliar, dengan biaya per unit mencapai Rp 4 miliar.

Alfi menilai, saat ini fasilitas tersebut telah cukup memadai untuk menangani sampah yang ada. Namun, ke depan dirinya tak menutup kemungkinan akan menyusun skema secara bertahap untuk pengadaan incinerator di setiap kecamatan.

Lebih lanjut, dengan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat secara langsung, Alfi berharap keberadaan mesin incenerator semakin efektif dalam pengelolaan sampah. Pasalnya jika dioptimalkan dengan baik, masing-masing mesin mampu membakar hingga 15 ton sampah per hari dengan suhu panas yang dapat diatur antara 400 hingga 800 derajat, tergantung pada kondisi sampah kering atau basah.

"Jadi sampah ini harus dianggap sebagai tantangan yang harus diselesaikan bersama. Nah fokusnya makanya lebih ke pendampingan, edukasi," paparnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menegaskan pentingnya mengedukasi masyarakat dalam mengelola sampah. Menurutnya, mengubah pola perilaku masyarakat terhadap sampah tidaklah mudah, tetapi harus dilakukan secara konsisten.

"Butuh sosialisasi masif, keuletan, dan kesabaran untuk menggerakkan masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri. Kami terus memperkuat keberadaan TPS 3R di masing-masing wilayah dengan menguatkan peran masyarakatnya," kata Aries.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.