03 April 2025

Get In Touch

Jadi Tuan Rumah Porprov 2025, Kota Malang Siapkan 37 Venue dan Targetkan 162 Medali Emas

Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan (2 dari kanan) saat meninjau perbaikan lintasan lari di Stadion Gajayana, Kamis(23/1/2025).(foto:ist/dok)
Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan (2 dari kanan) saat meninjau perbaikan lintasan lari di Stadion Gajayana, Kamis(23/1/2025).(foto:ist/dok)

MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mempersiapkan diri, sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.

Dengan menargetkan 162 medali emas, Pemkot melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang telah menyiapkan 37 venue untuk mendukung kesuksesan ajang bergengsi tersebut.

Selain fokus pada perbaikan infrastruktur, Kota Malang juga memprioritaskan pembinaan atlet secara menyeluruh demi mencetak sejarah dalam dunia olahraga Jawa Timur.

"Kami ingin membuat sejarah, bagaimana Poprov ke 9 yang mana Malang Raya menjadi tuan rumah, tapi Kota Malang akan memaksimalkan targetnya. Kami targetnya 162 untuk mendali emas," ujar Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan usai meninjau renovasi stadion Gajayana, Kamis(23/1/2025).

Iwan menambahkan penetapan target tersebut, jauh melampaui target sebelumnya di Porprov ke-8 dan ke-7 yang hanya berkisar 70–80 medali emas.

Menurut Iwan target 162 medali emas bukan sekadar angka, melainkan hasil dari pemetaan menyeluruh terhadap potensi atlet. Ia menyebut KONI Kota Malang telah melakukan strategi by name by address, yakni pemetaan individu atlet berdasarkan potensi ataupun kebutuhan mereka untuk meraih medali emas, perak, maupun perunggu.

“Dari pemetaan itu, kami tahu apa yang dibutuhkan para atlet. Kalau ada yang menyanggupi emas tetapi butuh peralatan baru, itu akan kami sediakan. Ini penting agar semua kebutuhan atlet terpenuhi sejak awal,” tambahnya.

Untuk memastikan kesiapan, Pemkot Malang bersama KONI juga telah memulai pelatihan intensif bagi para atlet sejak awal tahun 2025. Selain itu, perekrutan pelatih hingga ketua cabang olahraga dilakukan secara selektif untuk menjamin kompetensi yang mumpuni.

Di sisi lain, Iwan juga memfokuskan pada potensi dampak ekonomi dari penyelenggaraan Porprov di Kota Malang. Ia optimis, menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Jawa Timur ini akan memberikan efek ganda bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Akan ada banyak keluarga atlet, supporter, dan pengunjung yang datang ke Kota Malang. Hal ini tentu akan mendongkrak ekonomi lokal, mulai dari sektor pariwisata hingga UMKM,” jelasnya.

Dari 37 venue yang akan digunakan, sebagian besar bersifat sewa untuk memberikan kontribusi ekonomi kepada pengusaha lokal. Meski demikian, beberapa fasilitas seperti Stadion Gajayana menjadi prioritas untuk diperbaiki.

"Saya minta renovasi stadion ini dimaksimalkan. Beri wajah baru dan kenyamanan bagi semua yang menggunakan,” ungkap Iwan.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.