03 April 2025

Get In Touch

Sambut Imlek 2576 Kongzili, Klenteng Eng An Kiong Malang Gelar Prosesi Sembahyang dan Pembersihan Patung Dewa

Prosesi sembayang di klenteng Eng An Kiong Malang dalam menyambut Tahun Baru Imlek, Kamis(23/1/2025). (Santi/Lenteratoday)
Prosesi sembayang di klenteng Eng An Kiong Malang dalam menyambut Tahun Baru Imlek, Kamis(23/1/2025). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) – Menyambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili tahun 2025, Klenteng Eng An Kiong Malang, menggelar serangkaian ritual suci yang dimulai dengan prosesi sembahyang Song Sen.

Ritual ini bertujuan untuk mengantarkan para dewa ke langit, serta mengucapkan rasa syukur atas berkah yang diterima selama setahun terakhir.

Selain itu, klenteng yang telah berusia lebih dari 200 tahun ini juga melaksanakan pembersihan patung-patung dewa, termasuk Dewa Bumi sebagai simbol penyucian dan harapan untuk tahun yang lebih baik.

"Sembayang Song Sen itu, ini kan momen imlek. Jadi sembayang yang ditujukan bahwa selama setahun ini kami berterimakasih diberikan banyak berkah, tidak diberikan sesuatu yang kurang baik. Jadi diharapkan tahun depan mendapatkan hal yang lebih baik," ujar Pembantu Muda-mudi Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, Kamis(23/1/2025).

David mengatakan klenteng Eng An Kiong memiliki total 24 patung dewa, ditambah dengan patung Chaw Kun Kong atau Dewa Dapur yang dibersihkan hingga, Sabtu(25/1/2025) mendatang.

"Patung yang dicuci itu ada yang berusia lebih dari 200 tahun, seperti Dewa Bumi, karena memang klenteng ini sudah berusia 200 tahun. Patung ini sudah ada sejak lama, dibawa oleh leluhur kami dari Tiongkok. Kalau yang kecil-kecil itu, usianya lebih muda, karena merupakan tambahan dari waktu ke waktu," terang David.

Pembersihan patung dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati. Para pengurus klenteng bersama umat setempat yang ikut berpartisipasi, secara sukarela menurunkan patung dari altar, membuka pakaian patung, dan membersihkannya dari debu-debu yang menempel. Ritual ini menggunakan air bunga yang dianggap memiliki energi penyucian.

"Kami membersihkan patung-patung ini karena roh sucinya dianggap sedang pergi ke langit, sehingga kami memiliki kesempatan untuk membersihkannya," tambah David.

Selain prosesi sembahyang dan pembersihan patung, David menyampaikan Klenteng Eng An Kiong juga mengadakan ritual khusus yang disebut "kias." Ritual ini ditujukan bagi beberapa shio yang dianggap terkena "jiong" atau sial, yaitu shio ular, harimau, dan babi.

"Ritual kias ini dilakukan untuk menetralisir energi negatif dan berharap agar tahun yang baru berjalan dengan mulus. Ini seperti ruwat dalam budaya Jawa," katanya.

Diakhir, David juga berharap agar tahun baru ini membawa kebaikan bagi warga Malang dan Indonesia pada umumnya.

"Kami berharap supaya tahun yang akan datang semakin lebih baik, khususnya untuk warga Malang. Semoga warga Malang mendapatkan banyak berkah, Indonesia lebih maju dan semakin makmur," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.