04 April 2025

Get In Touch

Momen Libur Panjang, Harga Bahan Pangan di Pasar Tradisional Kota Kediri Stabil

Petugas DKPP saat monitoring harga di kios pedagang ikan segar di Pasar Setono Betek.
Petugas DKPP saat monitoring harga di kios pedagang ikan segar di Pasar Setono Betek.

KEDIRI (Lenteratoday) - Hasil monitoring harian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri terhadap harga kebutuhan pokok di pasar tradisional pada momen libur panjang Imlek dan Isra Mi’raj di akhir Januari 2025 relatif stabil, bahkan sebagian justru mengalami penurunan harga.

Kepala DKPP Kota Kediri, Moh Ridwan, kegiatan monitoring tersebut untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Selain itu kegiatan ini untuk memberikan laporan ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebagai bahan pengambilan kebijakan, baik bagi Pemerintah Pusat maupun daerah.

“Monitoring harian ini kita lakukan untuk mengetahui perkembangan harga komoditas bahan pokok di pasar, serta menentukan langkah-langkah intervensi apabila diperlukan,” terang Moh Ridwan, Kepala DKPP Kota Kediri melalui keterangan tertulis, Jumat (24/1/2025).

Disebutkan hasil pemantauan yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Kota Kediri di Pasar Setono Batek, Kamis (23/1/2025) harga pangan dalam kondisi stabil bahkan tidak terjadi kenaikan harga, kecuali cabai merah besar. “Meski demikian masih terdapat tiga komoditas yang dalam status waspada, yaitu: Minyakita, minyak goreng curah, dan bawang putih bonggol,” terangnya.

Berikut ini beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dalam satuan per kg: daging ayam ras dari Rp.33.889 menjadi Rp.33.597; telur ayam ras dari Rp.24.801 menjadi Rp.24.636; bawang merah dari Rp.32.365 menjadi Rp.31.699; cabai merah keriting sebelumnya Rp.48.222 menjadi Rp.48.139; serta tomat semula Rp.11.500 menjadi Rp.10.667. Sedangkan cabai merah naik dari Rp.58.000 jadi Rp.60.167.

Ridwan juga mengatakan pasokan komoditas menjelang momen libur Panjang di akhir bulan Januari 2025 dalam kondisi aman. Guna menjaga stabilitas harga, pihaknya terus melakukan pemantauan terlebih saat awal tahun. “Di awal-awal tahun komoditas hortikultura sering terjadi kenaikan harga, itu dari data catatan kami tahun-tahun sebelumnya selalu di awal tahun, kerena musim penghujan dibarengi musim tanam padi harga selalu naik karena pasokan berkurang,” ungkapnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya terus melakukan pemantauan harga maupun pasokan untuk mengukur skala komoditas. Selanjutnya, dari skala tersebut akan ditetapkan indikator apakah komoditas dalam kondisi aman atau waspada bahkan intervensi. Di samping upaya tersebut, Gerakan Pangan Murah juga akan dilakukan dengan mempertimbangkan periode waktu, misalnya saat menjelang hari raya keagamaan. “Kalau momen Isra' Mi'raj dan Imlek ini tidak memberikan dampak kenaikan harga yang signifikan,” ujarnya.

Melalui kegiatan hari ini, Ridwan berharap informasi yang disajikan Pemkot Kediri dapat bermanfaat bagi masyarakat agar masyarakat dapat mempertimbangkan dalam berbelanja sehingga tidak terjadi panic buying. (*)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.