04 April 2025

Get In Touch

Dosen UB Kembangkan "Lentera" Inovasi Berbasis AI untuk Optimalkan Produktifitas Peternakan Ayam

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid saat meninjau teknologi Lentera di AI Center UB beberapa waktu lalu. (dok. Humas UB)
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid saat meninjau teknologi Lentera di AI Center UB beberapa waktu lalu. (dok. Humas UB)

MALANG (Lenteratoday) - Dosen Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan inovasi teknologi bertajuk Layanan Teknologi Real-Time untuk Ayam (Lentera) yang merupakan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan ayam, khususnya bagi para peternak kecil.

Lentera digagas oleh Danung Nur Adli, SPt. MSc. MPt., dosen Fakultas Peternakan UB, sebagai jawaban atas tantangan peternakan konvensional di Indonesia yang sering terkendala perubahan suhu ekstrem.

"Keadaan suhu di Indonesia sering tidak menentu, contohnya di pagi hari dingin, sebaliknya di siang hari tiba-tiba panas. Hal ini membuat ayam mudah stres, sehingga memengaruhi produktivitasnya,” ujar Danung, Jumat (24/1/2025).

Lentera memanfaatkan IoT untuk memantau suhu, kelembapan, dan konsumsi pakan ayam secara langsung. Teknologi ini juga memungkinkan kipas pendingin bekerja otomatis jika suhu kandang terlalu tinggi, menjaga kondisi ideal untuk ayam.

“Dengan Lentera, peternak tidak perlu lagi masuk kandang untuk memeriksa kondisi ayam. Cukup lewat aplikasi di ponsel, semuanya bisa dipantau. Ini membuat proses menjadi lebih mudah dan efisien,” tambahnya.

Prototipe Lentera telah diuji coba di laboratorium in vivo di Karangploso, Kabupaten Malang, untuk mengukur dampaknya terhadap produktivitas ayam. Uji coba yang dilakukan menunjukkan kandang dengan suhu yang stabil dapat meningkatkan konsumsi pakan ayam, yang berpengaruh langsung pada kenaikan berat badan.

Inovasi Lentera yang dikembangkan oleh dosen UB Malang. (dok. Humas UB)

“Ketika suhu kandang nyaman, ayam cenderung lebih banyak makan daripada minum. Ini signifikan dalam meningkatkan bobot ayam, yang tentunya menguntungkan peternak,” jelas Danung.

Selain itu, Lentera akan terus dikembangkan dengan teknologi AI berbasis visual untuk mendeteksi bobot ayam melalui kamera CCTV. Fitur ini memungkinkan identifikasi ayam yang beratnya tidak ideal sehingga dapat dilakukan intervensi lebih awal.

Proyek ini juga melibatkan kolaborasi lintas fakultas, termasuk Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB. Dosen FILKOM, Tirana Noor Fatyanosa, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menjelaskan pihaknya bertanggung jawab dalam pengembangan model prediktif berbasis machine learning, yang memproses data real-time dari perangkat IoT.

FILKOM juga mendukung infrastruktur berupa server yang memproses data dari sensor IoT. Dengan analisis data yang mendalam, sistem Lentera diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan ayam secara signifikan.

Sebagai informasi, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, telah meresmikan AI Center UB pada awal Januari 2025, dan mengapresiasi teknologi Lentera sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.