DKPP Kota Kediri Temukan Sayur Mayur Positif Pestisida dan Sosis Mengandung Pewarna Melebihi Batas

KEDIRI (Lenteratoday) -Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menemukan wortel, kubis dan bawang merah positif mengandung pestisida. Selain itu juga menemukan sosis dan kerupuk positif mengandung pewarna yang melebihi ambang batas.
"DKPP akan berkoordinasi dengan PD Pasar untuk melakukan pembinaan kepada para pedagang. Selanjutnya kita juga akan turun ke Pasar Grosir untuk melakukan pengecekan dan kita telusuri pemasok komoditas pangan sehingga kita bisa lakukan koordinasi dengan kota pemasok,” tutur Moh Ridwan, Kepala DKPP Kota Kediri, Jumat (24/1/2025).
Ridwan mengimbau kepada masyarakat jika di pasar tradisional agar lebih cermat dan teliti dalam memilih produk serta bahan pangan yang aman dan tidak memilih makanan yang memiliki warna mencolok.
“Jika warna tajam maka sebaiknya jangan dibeli. Untuk pangan segar sebelum dimasak harus dicuci bersih menggunakan air mengalir,” pesannya. Dengan kegiatan ini Ridwan berharap masyarakat Kota Kediri bisa mendapatkan bahan pangan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.
DKPP mengadakan pengawasan rutin bahan pangan terhadap zat-zat berbahaya. Kegiatan ini menyasar ke 8 pasar di Kota Kediri pada, 23-24 dan 30 Januari 2025. Terutama kegiatan untuk menjaga keamanan pangan terutama Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).
Pada Kamis (23/1/25) pengawasan dilakukan di Pasar Mrican, Pasar Bandar, sedang Jumat (24/1/25) di Pasar Pahing, Pasar Setono Betek. Pada Kamis (30/1/25) Pasar Bawang, Pasar Banjaran dan Jumat (31/1) Pasar Bandar Ngalim dan Pasar Grosir Ngronggo.
Menurut Ridwan kegiatan ini dilakukan dalam rangka memastikan keamanan bahan pangan yang beredar di masyarakat, terlebih pada libur panjang. Sekaligus mendukung Kota Kediri Sehat menuju kota Swasti Saba Wistara.
Dalam pelaksanaan, DKPP menerjunkan tim yang telah mengikuti pelatihan di Provinsi Jawa Timur dan Badan Pangan Nasional untuk melakukan uji sampel.
Pemantauan uji keamanan pangan dilakukan dengan menggunakan metode rapid test kit. “Rapid test kit adalah alat deteksi di lapangan yang memiliki banyak kelebihan yaitu metode analisa yang lebih cepat, tepat dengan hasil yang akurat. Bahkan hasilnya sudah bisa diketahui kurang dari 30 menit," jelasnya.
Pengujian menggunakan rapid test kit ini digunakan untuk mengidentifikasi beberapa parameter bahan berbahaya antara lain; Rhodamin B, Formalin, Metanil Yellow, Boraks maupun Pestisida.
Sementara bahan pangan yang diuji rapid test kit adalah; kubis, wortel, bawang merah, bawang putih, daun bawang, tahu kuning, jajanan pasar, krupuk, sosis dan saos.
Reporter: Gatot Sunarko|Editor: Arifin BH