03 April 2025

Get In Touch

5 Peristiwa Penting dalam Hidup Nabi Muhammad

ARSIP: Mekkah, tempat kelahiran Nabi Muhammad Saw. Momen penulis Umrah Maulid pada bulan September 2024 lalu (Dok.Pri)
ARSIP: Mekkah, tempat kelahiran Nabi Muhammad Saw. Momen penulis Umrah Maulid pada bulan September 2024 lalu (Dok.Pri)

SURABAYA (Lenteratoday) -Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah untuk menuntun umat di dunia.

Pada saat Nabi Muhammad lahir, masyarakat Mekkah tidak hanya menyembah berhala, tetapi juga suka melakukan kemaksiatan dan berpesta pora.

Selain itu, peperangan antarsuku, pembunuhan, perampasan harta dan wanita, sudah biasa dilakukan sehari-hari.

Setelah wahyu pertama dari Allah turun, Nabi Muhammad mulai berdakwah di Mekkah, kemudian hijrah ke Madinah dan menetap di sana hingga akhir hayatnya.

Berikut ini lima peristiwa penting dalam hidup Nabi Muhammad.

Kelahiran Nabi Muhammad

Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal, di tahun Gajah atau 52 tahun sebelum Hijriah (571 Masehi).

Disebut tahun Gajah karena ada peristiwa ketika nabi lahir di dunia, yakni serangan tentara bergajah pimpinan Raja Abraha yang hendak menghancurkan Kakbah di Mekkah.

Menjelang lahirnya Nabi Muhammad, diriwayatkan bahwa cahaya memenuhi rumah Siti Aminah.

Siti Aminah menangis karena tidak ada orang yang menemani dirinya dan membantunya melahirkan.

Saat itu, kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib, tengah bermunajat di Kakbah, sehingga Aminah sendirian di rumah.

Peristiwa saat kelahiran Nabi Muhammad yang menakjubkan adalah munculnya empat orang wanita di hadapan Siti Aminah.

Dikisahkan dalam kitab An Ni’matul Kubra ‘Alal Alam karya Syihabuddin Ahmad bin Hajar Haitami, empat perempuan tersebut berparas cantik, anggun, dan harum.

ARSIP: 23 September 2024 diperngati sebagai Ulang Tahun Arab Saudi ke-132. Bersamaan dengan Umrah Maulid Nabi

Ketika Aminah bertanya, mereka memperkenalkan diri sebagai Siti Hawa (istri Nabi Adam), Siti Sarah (istri Nabi Ibrahim), Siti Maryam (ibunda Nabi Isa), dan Asiyah binti Muzahim.

Keempat wanita yang diutus oleh Allah SWT tersebut juga mengucapkan selamat kepada Aminah karena beruntung telah mengandung Muhammad.

Ketika Nabi Muhammad lahir, sebagai anak yatim karena sang ayah telah meninggal.

Sesaat setelah Rasulullah lahir, Abdul Muthalib membawanya tawaf keliling Kabah sebagai tanda syukur kepada Allah.

Abdul Muthalib pula yang memberinya nama Muhammad, yang berarti orang yang terpuji.

Turunnya Wahyu untuk Pertama Kali

Sebelum diangkat menjadi rasul, seperti dikutip dari Kompas, Nabi Muhammad memiliki kebiasaan khas, yaitu menyendiri selama beberapa waktu di Gua Hira untuk merenung.

Di gua yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Mekkah inilah, Nabi Muhammad menerima wahyu untuk pertama kalinya.

Ketika Isra Miraj Pada 17 Ramadan atau bertepatan dengan 6 Agustus 611 Masehi, Rasulullah melihat cahaya yang sangat terang.

Saat itu, Malaikat Jibril muncul dengan cahaya yang membutakan mata dan menyampaikan wahyu yang pertama untuk Nabi Muhammad.

Surat yang diturunkan pertama kali saat Nabi Muhammad menerima wahyu adalah Al-Alaq ayat 1-5.

Beberapa waktu kemudian, Nabi Muhammad menerima wahyu kedua saat sedang berjalan di suatu tempat dan saat sedang di rumah dalam keadaan ketakutan karena belum terbiasa.

Saat itu, Nabi Muhammad menerima perintah untuk menyeru manusia kepada agama Allah.

Setelah itu, dimulailah perjalanan dakwah Islam Nabi Muhammad di Mekkah, yang diwarnai penolakan dari kaum Quraisy.

Isra Miraj

Salah satu peristiwa penting dalam dakwah Rasulullah adalah Isra Miraj, yang terjadi pada tahun 621.

Isra Miraj merupakan perjalanan suci Nabi Muhammad dari Mekkah, Arab Saudi, ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian naik ke langit ketujuh untuk menghadap Allah SWT.

Isra Miraj adalah perjalanan luar biasa yang tidak dapat dinalar dengan akal manusia, dan hanya bisa terjadi karena kehendak Allah.

Isra Miraj merupakan dua perjalanan yang terjadi dalam satu malam. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, sedangkan Miraj adalah perjalanan ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha.

Selama Isra Miraj, Nabi Muhammad ditemani Malaikat Jibril dengan menunggangi hewan yang disebut Buraq, yang diketahui memiliki kecepatan sangat kilat.

Dalam peristiwa ini pula, Nabi Muhammad menerima wahyu penting dari Allah, termasuk perintah untuk umat Islam melaksanakan salat lima waktu dalam sehari.

Hijrah ke Madinah

Salah satu peristiwa besar yang pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad adalah hijrahnya umat Islam dari Mekkah ke Madinah.

Pada tahun 622, Nabi Muhammad beserta umatnya meninggalkan Mekkah menuju Madinah untuk menghindari penganiayaan sekaligus ingin menyebarkan ajaran Islam secara lebih bebas.

Peristiwa hijrah terjadi setelah dakwah Nabi Muhammad mendapat perlawanan hebat yang mengancam nyawa, dari kaum Quraisy.

Di Madinah, Nabi Muhammad membangun masyarakat yang kokoh dengan berbagai perjanjian yang melibatkan umat Islam, Yahudi, dan suku-suku Arab lainnya.

Peristiwa hijrah menjadi fondasi bagi penyebaran Islam dan menciptakan komunitas yang saling mendukung dan menghormati.

Pentingnya peristiwa hijrah dalam sejarah Islam bahkan membuat tahun 622 ditetapkan sebagai awal dari kalender Hijriah.

Haji Wada

Haji Wada adalah haji pertama dan terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad pada tahun 632 Masehi, sekitar tiga bulan sebelum beliau wafat.

Perjalanan Haji Wada memiliki makna yang sangat penting, karena dalam kesempatan ini, Nabi Muhammad menyampaikan khotbah terakhirnya, yang dikenal dengan "Khotbah Wada".

Khotbah ini berisi pesan-pesan moral dan petunjuk hidup bagi umat Islam, yang antara lain menekankan persaudaraan, hak-hak sesama, dan pentingnya menjaga kehormatan diri.

Nabi Muhammad juga menegaskan bahwa Al Quran dan sunah adalah pedoman hidup yang harus diikuti.

Tidak lama setelah Haji Wada, Nabi Muhammad mulai menderita sakit yang cukup parah.

Haji Wada ternyata menjadi kesempatan terakhir Nabi Muhammad untuk mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menjalankan ajaran Islam secara konsisten.

Pada hari Senin, tanggal 8 Juni 632, Nabi Muhammad meninggal di Madinah.

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.