03 April 2025

Get In Touch

Hujan Sore hingga Malam, Tujuh Kecamatan di Jombang Terendam Banjir

Banjir yang melanda Kecamatan Jombang Kota dan Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Senin (27/1/2025) malam (ist)
Banjir yang melanda Kecamatan Jombang Kota dan Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Senin (27/1/2025) malam (ist)

JOMBANG (Lenteratoday) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jombang pada Senin (27/1/2025) sore hingga malam menyebabkan banjir pada sedikitnya tujuh wilayah kecamatan.

Tujuh kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Mojoagung, Jogoroto, Mojowarno, Peterongan, Sumobito, Kecamatan Diwek serta Kecamatan Jombang Kota.

Di Kecamatan Mojoagung, curah hujan tinggi membuat Sungai Catakbanteng di Dusun Kagulan, Desa Janti, meluap hingga tanggulnya jebol sepanjang 20 meter.

Akibat banjir tersebut, jalanan di beberapa titik tergenang air dengan kedalaman mencapai lutut orang dewasa. Arus yang cukup deras juga membahayakan pengendara motor.

Sejumlah pengendara nyaris terseret arus, namun beruntung warga setempat segera memberikan bantuan dengan menarik kendaraan mereka ke tempat yang lebih aman.

Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, enam kecamatan terdampak banjir dengan berbagai tingkat keparahan.

Di Kecamatan Mojoagung, banjir merendam Dusun Kebodalem dan Pekunden di Desa Kademangan dengan tinggi air antara 60 hingga 130 sentimeter.

Di Desa Mancilan, air setinggi 10 sentimeter mulai berangsur surut, sementara di Dusun Kagulan, Desa Janti, ketinggian air mencapai 60 sentimeter dengan tren penurunan.

Kecamatan Jogoroto juga tak luput dari genangan air. Beberapa dusun seperti Bendungrejo, Jakung, Sumberpenganten, Sumberbendo, serta Dusun/Desa Jogoroto mengalami banjir dengan ketinggian air antara 25 hingga 50 sentimeter, yang kini mulai surut.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jombang pada Senin (27/1/2025) sore hingga malam

Di Kecamatan Mojowarno, banjir menerjang Dusun Sumberwinong Desa Kedungpari, Dusun Ringinjejer Desa Gondek, serta Desa Catakgayam dan Mojowangi. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 15 hingga 50 sentimeter, namun perlahan mulai berkurang.

Kecamatan Peterongan mengalami banjir di Dusun Pajaran dan Dusun Rejoso Desa/Kecamatan Peterongan dengan ketinggian air antara 15 hingga 45 sentimeter.

Banjir juga melanda Kecamatan Sumobito, mencakup Dusun Grudo Desa Madiopuro, Desa Nglele, Desa Talunkidul, serta Desa/Kecamatan Sumobito dengan ketinggian air antara 30 hingga 80 sentimeter.

Berbeda dari wilayah lain, tren air di Sumobito justru menunjukkan kenaikan.

Dua kecamatan terakhir adalah Diwek dan Jombang. Untuk Kecamatan Diwek, banjir menggenangi Desa Keras dan Kayangan, namun trennya mulai surut.

Sedangkan Kecamatan Jombang yang terdampak adalah Desa Pulolor dengan ketinggian air 30 sentimeter dan tren stabil,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiko F Diaz, kepada Lentera, Selasa (28/1/2025).

Hingga saat ini, warga yang terdampak banjir terus berupaya membersihkan rumah dan lingkungan mereka seiring dengan surutnya air di sebagian besar wilayah.

Berita terkait: Bencana Banjir di Jombang, Rumah Warga Terendam Air saat Gelar Pesta Pernikahan

Reporter: sutono|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.