03 April 2025

Get In Touch

Sebanyak 15 Orang Tewas Terinjak pada Acara Keagamaan di India

Festival agama Hindu Kumbh Mela berlangsung di India. (Anadolu Agency)
Festival agama Hindu Kumbh Mela berlangsung di India. (Anadolu Agency)

SURABAYA (Lenteratoday) - Sebuah acara keagamaan terbesar di India, festival Kumbh Mela, yang berlangsung di Prayagraj mengakibatkan 15 orang tewas dan sejumlah lainnya terluka.

Insiden itu terjadi karena berdesak-desakan dan terinjak-injak, kata seorang dokter di festival Kumbh Mela di Prayagraj kepada kantor berita AFP pada Rabu (29/1/2025). "Setidaknya 15 orang telah meninggal saat ini. Yang lainnya sedang dirawat," kata dokter di kota Prayagraj pada AFP.

Kumbh Mela atau Festival Teko Besar merupakan gelaran yang diadakan 12 tahun sekali. Acara berkaitan dengan cerita para Dewa dan Asura (setan).

Kerumunan yang berdesakan dan mematikan merupakan ciri khas festival keagamaan India, dan Kumbh Mela, dengan kerumunan orang yang tak terduga, telah memiliki rekam jejak mengerikan dalam peristiwa terinjak-injak berujung kematian.

Dilansir dari mentrotvnews, pejabat pemerintah setempat, Akanksha Rana, mengatakan kepada kantor berita Press Trust of India (PTI) bahwa insiden terinjak-injak itu dimulai setelah penghalang pengendalian massa "rusak.”

Festival yang berlangsung selama enam pekan ini merupakan tonggak sejarah terbesar dalam kalender keagamaan Hindu, dan 400 juta orang diperkirakan hadir pada 29 Januari untuk hari suci mandi ritual dalam pertemuan umat manusia terbesar di dunia.

Kumbh Mela yang telah berlangsung selama ribuan tahun, sebuah pertunjukan kesalehan agama dan mandi ritual – dan tantangan logistik yang sangat besar – diadakan di lokasi pertemuan sungai Gangga, Yamuna, dan Saraswati.

Melansir dari Indian Express seperti dalam CNNIndonesia, ketika Dewa dan Asura mengaduk lautan, Dhancantri muncul sambil membawa kendi amrita atau ramuan keabadian.

Agar kendi amrita tidak jatuh ke tangan Asura, putra Indra, Jayant, membawa kabur kendi dan amrita tumpah di empat tempat yakni Haridwar, Prayagraj, Ujjain, dan Nashik-Trimbakeshwar. Dia berlari selama 12 hari. Karena satu hari Dewa sama dengan satu tahun manusia, Kumbh Mela pun dirayakan setiap 12 tahun.

Orang pun meyakini bahwa berendam di sungai-sungai selama festival dapat menghapus dosa seseorang dan mendapatkan berkat spiritual. Tidak heran jutaan umat hadir untuk mandi suci setiap 12 tahun.

Di balik sakralnya makna Kumbh Mela, festival ini lekat dengan orang-orang yang berdesakan sampai berakibat fatal. Sejak lama, Kumbh Mela memang memiliki rekam jejak insiden kerusuhan dan kematian. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.