03 April 2025

Get In Touch

Sudah 10 Hari, Identitas Mayat Pria dengan 7 Luka di Hutan Jombang Belum Terungkap

Evakuasi mayat pria yang ditemukan di hutan Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Jombang, Minggu 19 Januari lalu.(sutono)
Evakuasi mayat pria yang ditemukan di hutan Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Jombang, Minggu 19 Januari lalu.(sutono)

JOMBANG (Lenteratoday) - Sepuluh hari sudah berlalu, namun identitas mayat pria yang ditemukan di hutan Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Jombang 19 Januari lalu masih misterius alias belum terungkap.

Polisi hingga kini terus bekerja keras mengungkap jati diri korban. Berbagai langkah, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga visum dan autopsi sudah dilakukan. Namun, hasilny masih nihil.

"Identitasnya belum terungkap," ujar Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, Rabu (29/1/2025).

Margono mengakui, memang ada beberapa laporan tentang orang hilang yang wajahnya mirip dengan korban. Namun, setelah dilakukan pengecekan, semuanya masih hidup.

"Ternyata tidak ada yang sesuai, bahkan semuanya masih hidup. Jadi, bukan mereka," katanya.

Diberitakan, penemuan mayat pada Minggu (19/1/2025) siang lalu mengungkap sejumlah fakta mengerikan.

Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami tujuh luka, terdiri enam luka sobek di kepala bagian belakang dan satu di pelipis kiri. Diduga diduga akibat kekerasan benda tumpul.

"Dugaan sementara, korban tewas akibat pukulan di bagian belakang kepala, yang menyebabkan pendarahan hebat dan patah tulang tengkorak," ungkap Margono.

Ada indikasi kuat korban sempat melawan sebelum tewas. Luka pada tangan korban serta lecet di punggung menunjukkan adanya perlawanan dan kemungkinan korban diseret oleh pelaku.

"Dengan luka-luka yang ada, kami menduga pelaku lebih dari satu orang," tambah Margono.

Upaya pencocokan sidik jari korban dengan alat Mambis (Mobile Automatic Multi Biometric Identification System) juga belum membuahkan hasil.

Hal ini diduga karena korban tidak memiliki e-KTP atau datanya tidak terverifikasi. Meski demikian, dokter forensik memastikan korban berusia antara 18 hingga 24 tahun.

Margono berharap ada pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarga untuk segera menghubungi polisi. “Kami harap ada yang melapor, agar identitas korban segera diketahui,” ujar Margono. Kasus ini menjadi prioritas bagi Polres Jombang.(*)

Reporter : Sutono | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.