03 April 2025

Get In Touch

Jalan Rusak di Kabupaten Malang Disebut Tinggal 20 Persen, Pemkab Genjot Perbaikan

Kondisi jalan rusak di perbatasan kota dan kabupaten Malang, Kecamatan Karangploso. (Santi/Lenteratoday)
Kondisi jalan rusak di perbatasan kota dan kabupaten Malang, Kecamatan Karangploso. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kabupaten Malang terus menggenjot perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayahnya. Berdasarkan hasil survei Provincial and Kabupaten Road Management System (PKRMS), saat ini total jalan rusak di Kabupaten Malang disebut hanya tersisa sekitar 20 persen dari total panjang jalan 1.668,7 kilometer.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnadi Kusuma, mengungkapkan persentase tersebut mencakup jalan dengan kondisi rusak ringan maupun rusak berat. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong percepatan perbaikan, terutama di ruas-ruas yang memiliki lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi.  

"Makanya kami juga akan panggil teman-teman untuk mengeksekusi secepatnya jalan yang rawan. Sebenarnya sudah kami instruksikan, jalan yang LHR nya itu tinggi, kecepatan tinggi, jangan ada yang berlubang," ujar pria yang akrab dengan sapaan Oong ini, Minggu (9/2/2025).

Oong mengaku telah menginstruksikan agar perbaikan jalan dapat menggunakan material hotmix. Namun, jika dalam kondisi tertentu anggaran untuk hotmix belum tersedia atau terdapat kendala dalam pengadaan material, pihaknya menyebut akan menggunakan metode alternatif dengan salop untuk menutup lubang-lubang di jalan agar tetap aman dilalui oleh pengendara. 

"Kalau memang sudah direncanakan dengan anggaran hotmix segera dikerjakan. Tetapi kalau gak ada, kami instruksikan pakai salop biar gak terlalu lama jalan berlubang yang dibiarkan tanpa penanganan," tambahnya. 

Oong menyampaikan beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas dalam perbaikan di antaranya Jalan Krebet, Gondanglegi, Kendalpayak hingga Kepanjen, serta Jalur Lingkar Barat (Jalibar) yang memiliki tonase kendaraan besar.  

Untuk memastikan seluruh proyek berjalan efektif, Dinas PU Bina Marga menerapkan skema pengerjaan bertahap per triwulan. Pada triwulan pertama 2025 ini, ditargetkan sekitar 20-25 persen pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan jalan akan rampung.  

Lebih lanjut, Oong menyatakan salah satu proyek strategis yang tengah berjalan saat ini, yaitu rehabilitasi Jalibar. Proses perbaikan menurutnya telah dimulai sejak Januari 2024, tetapi masih dalam tahap trial atau uji coba untuk memastikan spesifikasi yang digunakan oleh pihak ketiga sesuai dengan standar yang ditetapkan.  

"Saat ini kami menunggu hasil uji laboratorium. Kalau hasilnya sudah keluar dan sesuai standar, baru kami lanjutkan eksekusinya," jelasnya.  

Selain rehabilitasi jalan, Pemkab Malang juga fokus pada penanganan genangan air yang kerap menjadi penyebab utama kerusakan jalan di Jalibar. Pembuatan sudetan untuk mengalirkan air dari titik-titik yang sering tergenang, sambungnya, merupakan salah satu solusi yang tengah dikaji saat ini.  

"Ada usulan untuk membuat sudetan, tetapi itu harus dikoordinasikan dengan Cipta Karya karena memerlukan surat resmi. Kalau harus membangun drainase, biayanya besar karena butuh pembebasan lahan," terangnya.  

"Kalau dari hitungan anggaran lebih masuk ke pengecoran, ya kami cor. Daripada membangun drainase panjang yang bisa menghabiskan anggaran luar biasa besar," imbuh Oong.  

Reporter: Santi Wahyu/Co-Editor: Nei-Dya
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.